Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual tajam pada perdagangan Oktober 2026. Setelah terkoreksi 11,57% pada Jumat (16/10/2026), IHSG kembali melemah pada Senin (19/10/2026), mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal Indonesia.
Berdasarkan hasil monitoring datasatu.com pada Senin sekitar pukul 11.43 WIB, IHSG berada di level 4.923,29 atau turun 5,05% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.185,10. Indeks sempat menyentuh level terendah 4.907,37.
Tekanan tersebut memperpanjang koreksi pasar dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pada 14 Oktober, IHSG masih berada di level 5.943,02 sebelum melemah pada dua hari perdagangan berikutnya dan berlanjut pada awal pekan ini.
Salah satu faktor yang menjadi sorotan pelaku pasar adalah kekhawatiran mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global yang menjadi acuan bagi banyak investor internasional. MSCI sebelumnya menyampaikan perhatian terhadap sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia, termasuk transparansi kepemilikan saham, ketersediaan saham yang benar-benar dapat diperdagangkan publik atau free float, serta aksesibilitas pasar bagi investor. Persoalan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan Indonesia diturunkan dari kategori emerging market menjadi standalone market. Namun meski belum ada keputusan final, sentimen negatif telanjur menekan pasar saham domestik