Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rebound 5,65% pada Selasa (20/10). Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik ke level 5.278,89 pada perdagangan tersebut.
Sebelumnya, IHSG berada di posisi 4.996 pada Senin (19/10). Bahkan, BEI mencatat indeks merosot 11,57% ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10), seiring pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai konsultasi publik atas potensi perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Pulihnya IHSG pada Selasa (20/10) dipengaruhi sejumlah sentimen positif, salah satunya rencana pembelian kembali saham atau buyback oleh emiten Grup Barito dan Sinar Mas.
BNI Danareksa Sekuritas menyebutkan, total dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut mencapai Rp 4,5 triliun. BNI Danareksa Sekuritas menilai, aksi buyback berpotensi menopang pergerakan pasar saham domestik melalui peningkatan permintaan saham.
Selain itu, pelaku pasar merespons positif reformasi lanjutan BEI untuk memperbaiki transparansi pasar modal. BEI berencana memperluas keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham dan kepemilikan di atas 1%.
BEI juga akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Lebih lanjut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah berkomitmen memperkuat transparansi serta menindak dugaan perdagangan terkoordinasi atau coordinated trading.
Langkah tersebut ditempuh di tengah konsultasi MSCI terkait rencana reklasifikasi status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Di sisi lain, pernyataan Danantara mengenai kesiapan menambah kepemilikan saham badan usaha milik negara (BUMN) turut menjadi katalis yang menopang penguatan IHSG.