Sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut mewarnai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026.
Pada Jumat (16/10), IHSG merosot 11,57% ke level 5.185,11 setelah MSCI mengumumkan konsultasi publik terkait perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Namun, IHSG mulai bangkit pada Selasa (20/10). Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup menguat 5,65% ke level 5.278,89 setelah mengalami koreksi tajam pada pekan sebelumnya.
Di tengah pemulihan IHSG, kapitalisasi pasar saham Indonesia masih tertekan. BEI mencatat, nilainya mencapai Rp 9.287 triliun per Selasa (20/10), atau anjlok 42,01% sepanjang 2026 dibandingkan posisi pada 2 Januari 2026 yang mencapai Rp 16.014 triliun.
Padahal, kapitalisasi pasar saham Indonesia sempat tumbuh signifikan setelah pandemi Covid-19. BEI mencatat, nilainya mencapai Rp 8.256 triliun pada 2021, kemudian meningkat 91,97% menjadi Rp 15.849 triliun pada 2025.
Meski IHSG mulai rebound, pemulihan indeks belum serta-merta menghapus penurunan kapitalisasi pasar yang telah terjadi.