Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 3,40 triliun di pasar reguler pada Jumat (16/10). Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,11.
Adapun aksi net sell investor asing tersebut sebagai dampak dari pengumuman Morgan Stanley Capital Indeks (MSCI) soal potensi konsultasi dengan pelaku pasar terkait perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, secara kumulatif, net sell investor asing hingga Jumat (16/10) mencapai Rp 88,19 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan posisi Januari 2026 yang tercatat sebesar Rp 9,88 triliun.
Tekanan di pasar keuangan juga tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Investing mencatat, pada Jumat (16/10), rupiah menembus Rp 18.005 per dolar AS.
Sepanjang 2026, mata uang Indonesia tersebut telah terkoreksi 8,10% secara year to date (ytd) dibandingkan posisi Rp 16.675 per dolar AS pada 1 Januari 2026.
Sementara itu, berdasarkan data Investing, per Senin (19/10) pukul 17.52 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mencapai Rp 18.025 per dolar AS. Perkembangan tersebut berlangsung di tengah tekanan pasar modal domestik dan meningkatnya aksi jual bersih investor asing.