RANGKUMAN
Empowering Communities, Enabling Growth: Corporate Impact for Indonesia’s Next Decade
Special Session A.3
Jakarta Globe Room
Jakarta, 07 Oktober 2026
Moderator: Faisal Baskoro
Senior Editor Jakarta Globe
Speakers:
1. Windy Riswantyo - Head of Corporate Communication PT Astra International Tbk
2. Agung Laksamana - General Secretary Director - Danone Indonesia
4. Dr. Ir. Mahawan Karuniasa, M.M. - Lecturer in Environmental Science, Graduate School of Sustainable Development (SPPB) Indonesia University (UI)
IDS 2026: Korporasi Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan
JAKARTA — Kontribusi perusahaan terhadap pembangunan Indonesia dinilai perlu melampaui penyaluran bantuan sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada kemandirian ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam sesi Empowering Communities, Enabling Growth: Corporate Impact for Indonesia’s Next Decade, Rabu(7/10) dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta.
Dalam sesi yang dimoderatori Senior Editor Jakarta Globe Faisal Baskoro tersebut, Windy Riswantyo dari PT Astra International Tbk memaparkan strategi kontribusi sosial perusahaan melalui program pemberdayaan desa. Sementara itu, Agung Laksamana dari Danone Indonesia menjelaskan dampak ekonomi dan lingkungan dari rantai pasok perusahaan. Perspektif akademis disampaikan oleh Dr. Ir. Mahawan Karuniasa, M.M., dosen Ilmu Lingkungan pada Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.
Diskusi menyoroti pentingnya menghubungkan aktivitas bisnis dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan. Pengukuran keberhasilan program pun perlu bergeser dari sekadar menghitung kegiatan dan penerima manfaat menuju perubahan nyata yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Astra Kembangkan Pemberdayaan Desa melalui Empat Pilar
Windy Riswantyo menjelaskan bahwa kontribusi sosial merupakan bagian yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis Astra. Berlandaskan filosofi perusahaan sebagai pohon rindang yang memberikan perlindungan dan manfaat bagi masyarakat, Astra menerapkan kerangka kerja Portfolio, People, dan Public Contribution.
Melalui kerangka tersebut, Astra mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam portofolio bisnis, pengembangan kapabilitas karyawan, serta kontribusi sosial. Penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) juga menjadi bagian dari 2030 Sustainability Aspirations yang diluncurkan pada 2022.
Salah satu program unggulan perusahaan adalah Desa Sejahtera Astra (DSA), yang dimulai pada 2018. Program ini telah membina 1.533 desa di 35 provinsi dan menjangkau lebih dari 3 juta penerima manfaat.
Berdasarkan pengukuran Social Return on Investment (SROI) yang dipaparkan dalam sesi tersebut, setiap Rp1 investasi program CSR menghasilkan nilai dampak sosial sebesar Rp4.
Program DSA dijalankan melalui empat pilar, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Pada sektor kesehatan, Astra mendukung penanganan gizi ibu dan anak serta pembenahan 1.400 posyandu. Di bidang pendidikan, program diarahkan pada peningkatan kualitas sekolah, sarana infrastruktur, serta pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik.
Pada pilar lingkungan, Astra mendorong gerakan iklim berbasis komunitas, edukasi lingkungan, dan pengelolaan limbah. Sementara itu, pilar kewirausahaan berfokus pada peningkatan nilai tambah produk desa, seperti kopi, cokelat, andaliman, dan cengkeh.
Dukungan kepada pelaku usaha desa mencakup pelatihan, pendampingan, pemodalan, infrastruktur, hingga akses pasar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual hasil bumi dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk yang dikembangkan.
Astra juga mengembangkan program DSA Go Global. Dari 1.533 desa binaan, sebanyak 498 desa telah mencapai tahap tersebut melalui fasilitasi pemasaran produk ke pameran internasional dan berbagai pameran Kementerian Perdagangan.
Pendampingan intensif rata-rata berlangsung selama lima tahun hingga desa mencapai kemandirian ekonomi dan kelembagaan. Setelah itu, Astra tetap mendukung penguatan keahlian, pembukaan akses pasar baru, serta pengembangan tokoh lokal yang dapat menjadi contoh bagi desa lainnya.
Danone Indonesia Perkuat Ekonomi Sirkular dan Rantai Pasok
Dari sisi industri, Danone Indonesia mengembangkan kontribusi sosial dan lingkungan melalui aktivitas bisnis dari hulu hingga hilir. Perusahaan menjalankan dua unit bisnis utama, yaitu Water atau air minum dalam kemasan serta Specialized Nutrition atau nutrisi khusus.
Dalam pemaparan Agung Laksamana, upaya keberlanjutan di sektor hulu mencakup penanaman lebih dari 2,6 juta pohon, pembangunan taman keanekaragaman hayati, serta pembangunan 2.500 sumur serapan bersama komunitas petani lokal.
Pada tahap operasional, Danone Indonesia memiliki 24 pabrik, terdiri atas 20 pabrik Aqua dan empat pabrik nutrisi khusus. Perusahaan juga menyerap lebih dari 90% tenaga kerja lokal di wilayah operasionalnya, termasuk di Subang dan Lampung.
Sementara itu, pada tahap hilir, perusahaan mengembangkan ekosistem ekonomi sirkular melalui pemberdayaan 25.000 pemulung dan pekerja persampahan. Ekosistem tersebut melibatkan lebih dari 300 bank sampah, 31 unit pengumpulan, serta 10 unit bisnis daur ulang atau Recycle Business Unit (RBU).
Danone Indonesia juga memberdayakan 5.000 UKM/UMKM dan 1.000 petani regeneratif yang menerapkan sistem pertanian berbasis ekosistem. Di sektor distribusi, perusahaan memiliki jaringan 15.000 Aqua Home Service yang melayani lebih dari 2 juta konsumen rumah tangga.
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah sistem closed-loop atau daur ulang tertutup. Melalui sistem ini, sampah botol plastik dikumpulkan, dicacah, dan diolah menjadi recycled PET (rPET) untuk digunakan kembali dalam produksi botol Aqua.
Dalam pemaparan tersebut, Danone Indonesia disebut mengumpulkan 50.000 hingga 100.000 ton sampah plastik per tahun dari lingkungan. Kemasan botol Aqua juga telah menggunakan material rPET hingga 25%.
Dampak kegiatan usaha tersebut turut diukur melalui riset independen LPEM FEB UI/PRASASTI mengenai rantai pasok Danone di Indonesia. Hasil riset yang dipaparkan menunjukkan dampak nilai ekonomi sebesar Rp51,5 triliun, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp22,1 triliun, serta dukungan terhadap 200.000 tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.
Akademisi Soroti Pentingnya Mengukur Dampak Jangka Panjang
Meski berbagai perusahaan telah menjalankan program sosial dan lingkungan, Mahawan Karuniasa mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
Ia menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi dan kondisi lingkungan. Secara global, peningkatan kemajuan ekonomi suatu negara cenderung berjalan beriringan dengan kenaikan jejak ekologis. Di Indonesia, setiap provinsi yang mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi juga cenderung mengalami penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Persoalan tersebut berkaitan dengan tiga krisis planet yang menjadi perhatian dunia, yaitu perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Dalam materi yang disampaikan, tujuh dari sembilan indikator kesehatan planet disebut telah berada dalam kondisi tidak sehat.
Mahawan juga menyoroti perbedaan antara capaian ekonomi dan kebahagiaan masyarakat. DKI Jakarta berada pada posisi tertinggi dalam capaian ekonomi, tetapi tingkat kebahagiaan tertinggi di Indonesia justru dicapai masyarakat Maluku Utara. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi semata belum cukup menggambarkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam konteks program CSR dan community development, Mahawan menilai evaluasi keberhasilan perlu melampaui indikator keluaran atau output, seperti jumlah dana yang disalurkan, penerima manfaat, dan pohon yang ditanam.
Evaluasi perlu mencakup outcome dan impact jangka panjang, terutama dalam dua aspek utama. Pertama, ecosystem integrity, yakni terjaganya keutuhan dan keberlanjutan fungsi ekosistem. Kedua, social system integrity, yaitu perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan program lingkungan, misalnya, tidak cukup diukur dari banyaknya pohon yang ditanam. Program juga perlu dinilai berdasarkan kemampuannya menjaga fungsi ekosistem dan mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Pemberdayaan Harus Memperkuat Kemandirian Masyarakat
Mahawan menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya tidak berhenti pada pemberian bantuan. Masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam pengambilan keputusan agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif dari program perusahaan maupun pemerintah.
Pemberdayaan juga perlu memperkuat keterampilan dan kemampuan adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan, termasuk perubahan pola cuaca, banjir, dan kekeringan.
Selain itu, ketahanan mata pencaharian menjadi aspek penting, terutama bagi kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam. Nelayan yang terdampak pemanasan dan peningkatan keasaman laut, misalnya, perlu dibekali pengetahuan dan teknologi agar mampu menyesuaikan mata pencaharian tanpa mengorbankan keselamatan diri dan keluarga.
Berbagai pendekatan yang dipaparkan dalam sesi ini memperlihatkan beragam cara perusahaan menghubungkan kegiatan bisnis dengan kontribusi sosial dan lingkungan. Program pemberdayaan desa Astra menekankan penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi, sedangkan Danone Indonesia memaparkan pengembangan rantai pasok, penyerapan tenaga kerja lokal, dan ekonomi sirkular.
Namun, keberlanjutan dampak menjadi tantangan yang perlu terus diperhatikan. Kontribusi korporasi bagi Indonesia pada dekade mendatang tidak hanya berkaitan dengan besarnya aktivitas bisnis atau jangkauan program sosial, tetapi juga d(engan kemampuan menciptakan perubahan yang bertahan lama bagi masyarakat dan lingkungan. (Yesi Rahma Mustika)