IDS 2026: Raffi Dorong Anak Muda Perkuat Jejaring dan Jiwa Wirausaha

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:02 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
IDS 2026: Raffi Dorong Anak Muda Perkuat Jejaring dan Jiwa Wirausaha

RANGKUMAN

Empowering Youth, Driving Growth

Fireside Chat

Investor Daily Plenary Room

Jakarta, 08 Oktober 2026

 

Raffi Ahmad 

Special Envoy of President of Indonesia for Development of Young Generation and Artist

IDS 2026: Raffi Ahmad Dorong Anak Muda Perkuat Jejaring dan Jiwa Wirausaha

JAKARTA — Penguatan keterampilan, jejaring, akses permodalan, dan perluasan pasar menjadi sejumlah faktor penting untuk mendorong generasi muda Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi. Selain kompetensi, kredibilitas dan kemampuan beradaptasi juga dinilai berperan dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam sesi Fireside Chat bertajuk Empowering Youth, Driving Growth di Investor Daily Plenary Room, Jakarta (8/10).

Dalam diskusi tersebut, Raffi menekankan bahwa kekuatan generasi muda tidak hanya terletak pada kemampuan individu, tetapi juga pada jejaring, niat baik, dan kemampuan bekerja sama. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak dibangun seorang diri, melainkan melalui kekuatan tim atau superteam.

Ia mencontohkan perjalanan RANS Entertainment yang bermula dari usaha rumahan yang dikelola bersama Nagita Slavina dengan empat pegawai. Perusahaan tersebut kemudian berkembang hingga mempekerjakan 500 orang dan terus membuka lapangan kerja baru.

Perjalanan itu menunjukkan pentingnya membangun bisnis melalui proses panjang, kerja sama, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan. Raffi juga menekankan bahwa kekuatan finansial dan kekuasaan perlu diimbangi hati nurani agar kegiatan usaha tidak merugikan orang lain.

Keterampilan dan Akses Pasar Jadi Kunci Pengembangan Anak Muda

Dalam memanfaatkan bonus demografi, generasi muda membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar pendidikan formal. Keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, akses permodalan, pendampingan jejaring, dan akses pasar menjadi sejumlah kebutuhan penting dalam menyiapkan tenaga kerja dan wirausaha muda.

Integrasi pendidikan dan industri juga perlu diperkuat agar kurikulum serta pelatihan dapat mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, akses pengembangan diri perlu diperluas hingga ke daerah agar peluang tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Dalam sesi tersebut, dipaparkan pula program dukungan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Pelatihan vokasi yang dibiayai APBN menargetkan 70.000 peserta pada 2026, sedangkan program magang menargetkan 150.000 peserta pada tahun yang sama.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja serta mendukung penyerapan tenaga kerja.

Raffi juga menyoroti pentingnya mendengar kebutuhan anak muda di daerah. Melalui inisiatif UKP Mendengar, ia menyampaikan telah mengunjungi lebih dari 12 daerah atau puluhan kota di wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan Barat untuk menyerap aspirasi generasi muda.

Kebutuhan yang disampaikan mencakup ruang kreatif, pendampingan talenta, pembinaan modal usaha, dukungan penyelenggaraan acara, akses pasar, serta perlindungan kekayaan intelektual. Penguatan ekosistem industri kreatif dan cabang olahraga daerah juga menjadi perhatian.

Pengelolaan Keuangan dan Investasi Perlu Dilakukan Secara Rasional

Selain pengembangan kompetensi, literasi keuangan menjadi aspek penting dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Raffi membedakan penghasilan atau income, yakni aliran dana yang diterima secara rutin, dengan kekayaan atau wealth, yang merujuk pada kepemilikan aset jangka panjang seperti properti, saham, kepemilikan perusahaan, dan nilai tak berwujud.

Dalam pengelolaan keuangan, generasi muda diingatkan untuk menghindari pengeluaran yang melebihi kemampuan. Penghasilan perlu dialokasikan secara bijak untuk lima kebutuhan utama, yaitu pengeluaran harian, dana darurat, proteksi, pengembangan diri, dan investasi jangka panjang.

Keputusan investasi juga harus didasarkan pada tujuan finansial, pemahaman terhadap aset, legalitas, dan analisis risiko, bukan sekadar mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Raffi menekankan agar masyarakat tidak menggunakan dana kebutuhan pokok atau uang dapur untuk berspekulasi. Pemahaman terhadap instrumen investasi perlu dibangun melalui proses belajar dari sumber yang dapat dipercaya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan kekayaan materi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Prinsip yang ditekankan adalah mengutamakan kebermanfaatan, kejujuran, dan keberkahan dalam menjalankan usaha.

Kredibilitas dan Karakter Menentukan Ketahanan Bisnis

Dalam membangun usaha, kredibilitas dan reputasi dinilai sama pentingnya dengan kecerdasan dan kemampuan teknis. Kejujuran menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan serta membangun kerja sama jangka panjang.

Raffi menekankan bahwa bisnis yang dibangun hanya untuk mengejar keuntungan cepat berisiko tidak bertahan lama. Sebaliknya, karakter yang kuat dan reputasi yang baik dapat membantu usaha menghadapi berbagai tantangan.

Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi superteam, yaitu keberhasilan yang dicapai melalui kerja sama dan kontribusi banyak orang. Dalam konteks kepemimpinan, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar posisi sebagai bintang, tetapi menjadi seperti langit yang memberikan ruang bagi banyak bintang untuk tumbuh dan bersinar.

Ia juga mendorong perubahan cara pandang terhadap kegagalan. Daripada menganggap diri gagal, generasi muda dapat melihat hasil yang belum tercapai sebagai sesuatu yang belum berhasil atau belum menjadi rezeki. Cara pandang tersebut diharapkan membantu menjaga ketahanan mental dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

Ekosistem Digital dan Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045

Potensi generasi muda juga berkaitan erat dengan perkembangan ekosistem digital. Dalam pemaparannya, Raffi menyoroti besarnya basis pengguna media sosial di Indonesia dan pentingnya membangun identitas digital secara bijak.

Personal branding dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karya dan potensi generasi muda kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk di tingkat global. Namun, pemanfaatan media digital juga perlu disertai tanggung jawab untuk melawan penyebaran hoaks dan menghadirkan dampak positif.

Di bidang pendidikan, sesi tersebut turut menyinggung pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari dukungan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah Rakyat disebut telah beroperasi di lebih dari 180 titik, dengan target mencapai 500 sekolah pada 2029. Sementara itu, Sekolah Unggul Garuda yang dirancang untuk mencetak talenta di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) disebut telah beroperasi di 51 titik, dengan target mencapai 100 sekolah pada 2029.

Pengembangan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar dan menyiapkan talenta untuk menghadapi kebutuhan masa depan.

Menjadi Pemenang dengan Fokus pada Proses

Menutup pemaparannya, Raffi mengajak generasi muda membedakan mentalitas juara dengan mentalitas pemenang. Menurutnya, seseorang yang hanya berorientasi menjadi juara dapat merasa puas setelah memperoleh penghargaan, sedangkan seorang pemenang tetap berfokus pada proses, keberlanjutan, dan upaya untuk terus berkembang.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh pencapaian sesaat, tetapi juga oleh kemampuan menjaga konsistensi, membangun karakter, dan terus beradaptasi.

Dengan dukungan keterampilan yang relevan, jejaring yang kuat, akses terhadap peluang ekonomi, serta karakter yang dapat dipercaya, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia. (Yesi Rahma Mustika) 

Raffi Ahmad dalam acara Investor Daily Summit 2026 - (Investor Daily Summit 2026/B-Universe)
Raffi Ahmad dalam acara Investor Daily Summit 2026 - (Investor Daily Summit 2026/B-Universe)

Data Terkait

ids-2026-kepala-bakom-soroti-target-pertumbuhan-hingga-8
Ekonomi

IDS 2026: Kepala Bakom Soroti Target Pertumbuhan hingga 8%

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi inklusif di tengah perubahan pendekatan ekonomi global.

12 jam yang lalu

ids-2026-sinergi-negara-dan-pasar-jadi-kunci-mobilitas-ekonomi
Ekonomi

IDS 2026: Sinergi Negara dan Pasar Jadi Kunci Mobilitas Ekonomi

Sinergi antara peran negara dan mekanisme pasar jadi kunci untuk mendorong mobilitas ekonomi masyarakat hingga memperluas kesempatan kerja.

13 jam yang lalu

ids-2026-korporasi-perkuat-pemberdayaan-masyarakat
Ekonomi

IDS 2026: Korporasi Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Kontribusi perusahaan terhadap pembangunan Indonesia dinilai perlu melampaui penyaluran bantuan sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

13 jam yang lalu

ids-2026-investor-diminta-cermat-hadapi-koreksi-ihsg
Ekonomi

IDS 2026: Investor Diminta Cermat Hadapi Koreksi IHSG

Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 menjadi tantangan bagi investor pasar modal Indonesia.

13 jam yang lalu

ids-2026-ketidakpastian-kebijakan-dinilai-hambat-kepercayaan-investor
Ekonomi

IDS 2026: Ketidakpastian Kebijakan Dinilai Hambat Kepercayaan Investor

Dukungan politik belum cukup jamin kepastian usaha. Sinkronisasi aturan, konsistensi fiskal, dan koordinasi pusat-daerah mutlak dibenahi demi kepercayaan investor.

13 jam yang lalu

ids-2026-perkuat-hilirisasi-sdm-demi-investasi-teknologi
Ekonomi

IDS 2026: Perkuat Hilirisasi & SDM demi Investasi Teknologi

Indonesia perlu memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kesiapan SDM, dan membangun kemitraan strategis internasional untuk menarik investasi berkualitas.

13 jam yang lalu