IDS 2026: Perkuat Hilirisasi & SDM demi Investasi Teknologi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:40 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
IDS 2026: Perkuat Hilirisasi & SDM demi Investasi Teknologi

RANGKUMAN

Strategic Partnership for More Resilient and Future-Ready Economy

Special Session C.3

Jakarta Globe Room

Jakarta, 08 Oktober 2026

Speakers: 

1. Muhammad Edhie Purnawan, S.E., M.A., Ph.D. - Chairman of PP ISEI for International Affairs

2. Nugraheni Utami - Chief Country Representative of Indonesia US-ASEAN Business Council

3. Nurul Ichwan - Deputy for Investment Promotion Ministry of Investment & Downstream Industry (BPKM)

IDS 2026: Indonesia Perkuat Hilirisasi dan SDM untuk Menarik Investasi Teknologi

JAKARTA – Indonesia perlu memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan membangun kemitraan strategis internasional untuk menarik investasi berkualitas di tengah ketidakpastian geopolitik dan percepatan transformasi teknologi global.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam sesi Strategic Partnership for More Resilient and Future-Ready Economy pada Indonesia Digital Summit (IDS) 2026 di Jakarta Globe Room, Jakarta, Kamis (8/10). Sesi ini menghadirkan Chairman PP ISEI for International Affairs Muhammad Edhie Purnawan, Chief Country Representative of Indonesia US-ASEAN Business Council Nugraheni Utami, serta Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi Nurul Ichwan.

Dalam diskusi tersebut, dinamika global dipandang menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan, dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) mengubah pola investasi serta rantai pasok internasional. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat daya saing agar tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mampu memperoleh nilai tambah ekonomi dan transfer teknologi.

Tiga Tatanan Dunia Mengubah Peta Ekonomi Global

Perubahan geopolitik dan teknologi membentuk tiga tatanan dunia yang berjalan secara bersamaan, yakni keamanan, ekonomi, dan digital. Dalam tatanan keamanan, Amerika Serikat masih memiliki kemampuan memproyeksikan kekuatan militer secara global. Sementara itu, tatanan ekonomi bersifat multipolar karena kekuatan ekonomi utama saling bergantung melalui perdagangan dan investasi.

Adapun tatanan digital semakin dipengaruhi perusahaan teknologi swasta yang menguasai platform, infrastruktur, dan layanan digital. Perkembangan ini turut membawa risiko penyebaran hoaks dan disinformasi melalui media sosial, yang dapat memengaruhi stabilitas sosial dan politik.

Di sektor ekonomi, rekonfigurasi rantai pasok global disebut telah memicu penurunan volume perdagangan sebesar 12% dan melemahkan investasi asing langsung (FDI) hingga 20%. Pada saat yang sama, otomatisasi dan adopsi AI mengubah kebutuhan tenaga kerja, dengan hampir 40% tenaga kerja global diperkirakan terpapar dampaknya.

Meski menghadapi berbagai disrupsi, perubahan tersebut tidak semata-mata perlu dipandang sebagai ancaman. Diversifikasi kemitraan ekonomi dan pengembangan sektor bernilai tambah dapat membuka peluang baru bagi negara yang mampu menyesuaikan strategi dengan perubahan global.

Hilirisasi Jadi Modal Tawar Indonesia

Di tengah perubahan tatanan dunia, Indonesia mengambil posisi sebagai confident balancer, yakni penyeimbang yang percaya diri dalam hubungan internasional. Pendekatan ini mengacu pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan menjaga fleksibilitas dalam menentukan kemitraan sekaligus mempertahankan kepentingan nasional.

Salah satu modal strategis Indonesia adalah sumber daya alam. Indonesia tercatat memproduksi 62% tambang nikel dunia pada 2024. Melalui hilirisasi, potensi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai global dan meningkatkan nilai tambah yang diperoleh di dalam negeri.

Namun, kepemilikan sumber daya alam saja tidak cukup untuk memperkuat posisi tawar. Kepastian regulasi, kepatuhan terhadap kontrak, serta keterbukaan akses pelabuhan dan pasar turut menentukan kepercayaan mitra internasional.

Dengan demikian, hilirisasi perlu didukung komitmen kebijakan yang konsisten agar dapat mendorong investasi jangka panjang dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Indonesia Bidik Investasi Bernilai Tambah Tinggi

Tantangan berikutnya adalah mengarahkan investasi ke sektor padat teknologi yang mampu menciptakan nilai tambah lebih besar dan lapangan kerja berkualitas. Tren investasi global semakin mengarah pada penggunaan teknologi tinggi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi tersebut. Pengalaman negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia, dalam menarik investasi infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center), menunjukkan pentingnya ketersediaan tenaga terampil untuk mendukung operasional industri berteknologi tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan itu, pemerintah menyusun peta jalan hilirisasi bagi 28 komoditas strategis. Peta jalan tersebut tidak hanya mencakup pengembangan produk turunan, tetapi juga kebutuhan teknologi dan keterkaitannya dengan sistem pendidikan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, promosi investasi luar negeri didukung Danantara melalui skema co-investment atau penyertaan modal bersama pada proyek strategis nasional. Skema ini diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan investor global terhadap proyek yang ditawarkan Indonesia.

Kemitraan Global Perkuat Kapasitas SDM

Kolaborasi internasional juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi berbasis teknologi. Dalam rangkuman diskusi, laporan Business America to Indonesia Visa Report edisi kedua mencatat 90 inovasi dari 43 perusahaan Amerika Serikat.

Sektor swasta global juga disebut telah memberikan pelatihan peningkatan kapasitas teknologi kepada lebih dari satu juta tenaga kerja Indonesia. Pelatihan tersebut mencakup bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan komputasi kuantum.

Pengembangan keterampilan ini menjadi penting agar investasi teknologi tidak hanya menghadirkan modal dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kapasitas tenaga kerja nasional. Dengan demikian, manfaat investasi dapat menjangkau lebih banyak sektor dan meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.

Pada akhirnya, daya saing Indonesia dalam menghadapi perubahan ekonomi global bergantung pada kemampuan menghubungkan kekayaan sumber daya alam, kepastian kebijakan, kesiapan tenaga kerja, dan kemitraan internasional. Penguatan aspek-aspek tersebut menjadi kunci untuk menarik investasi yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga menghasilkan transfer teknologi dan nilai tambah berkelanjutan. (Yesi Rahma Mustika) 

Pembahasan Strategic Partnership for More Resilient and Future-Ready Economy di Investor Daily Summit 2026 - (Investor Daily Summit 2026/B-Universe)
Pembahasan Strategic Partnership for More Resilient and Future-Ready Economy di Investor Daily Summit 2026 - (Investor Daily Summit 2026/B-Universe)

Data Terkait

ids-2026-kepala-bakom-soroti-target-pertumbuhan-hingga-8
Ekonomi

IDS 2026: Kepala Bakom Soroti Target Pertumbuhan hingga 8%

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi inklusif di tengah perubahan pendekatan ekonomi global.

13 jam yang lalu

ids-2026-sinergi-negara-dan-pasar-jadi-kunci-mobilitas-ekonomi
Ekonomi

IDS 2026: Sinergi Negara dan Pasar Jadi Kunci Mobilitas Ekonomi

Sinergi antara peran negara dan mekanisme pasar jadi kunci untuk mendorong mobilitas ekonomi masyarakat hingga memperluas kesempatan kerja.

13 jam yang lalu

ids-2026-korporasi-perkuat-pemberdayaan-masyarakat
Ekonomi

IDS 2026: Korporasi Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Kontribusi perusahaan terhadap pembangunan Indonesia dinilai perlu melampaui penyaluran bantuan sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

13 jam yang lalu

ids-2026-raffi-dorong-anak-muda-perkuat-jejaring-dan-jiwa-wirausaha
Ekonomi

IDS 2026: Raffi Dorong Anak Muda Perkuat Jejaring dan Jiwa Wirausaha

Penguatan keterampilan dan jejaring menjadi sejumlah faktor penting untuk mendorong generasi muda Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi.

14 jam yang lalu

ids-2026-investor-diminta-cermat-hadapi-koreksi-ihsg
Ekonomi

IDS 2026: Investor Diminta Cermat Hadapi Koreksi IHSG

Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 menjadi tantangan bagi investor pasar modal Indonesia.

14 jam yang lalu

ids-2026-ketidakpastian-kebijakan-dinilai-hambat-kepercayaan-investor
Ekonomi

IDS 2026: Ketidakpastian Kebijakan Dinilai Hambat Kepercayaan Investor

Dukungan politik belum cukup jamin kepastian usaha. Sinkronisasi aturan, konsistensi fiskal, dan koordinasi pusat-daerah mutlak dibenahi demi kepercayaan investor.

14 jam yang lalu