Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun

Senin, 21 September 2026 | 19:19 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Kepuasan terhadap Kondisi Ekonomi Turun
Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kondisi Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2026

Ekonomi Indonesia pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tumbuh di atas 5%. Pada triwulan II-2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29% secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026 memaparkan, sebanyak 32,5% responden menilai kondisi nasional tidak berubah dibanding tahun lalu, sedangkan 36% lainnya menyebut perekonomian justru memburuk. 

Menurut temuan SMRC, sentimen positif terhadap kondisi ekonomi nasional turun dalam 9 bulan terakhir, dari 45,2% pada November 2025 menjadi 19,7% pada Juli 2026. Sementara, sentimen negatif naik dari 18,5% menjadi 45,8%.

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kondisi Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2026 - (SMRC & Poltracking Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kondisi Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran, 2026 - (SMRC & Poltracking Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Di sisi lain, survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 mencatat 58,7% responden menilai penghasilannya dalam setahun terakhir masih baik dan 32,3% lainnya menyatakan tidak baik.

Survei tersebut juga menyatakan, sebanyak 62,5% responden mengalami pengeluaran lebih besar dibanding tahun lalu dan 56,6% lainnya menilai kebutuhan pokok dalam sebulan terakhir tidak terjangkau.

Dalam penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebanyak 60,3% responden menilai pemerintah berhasil menghadirkan layanan kesehatan terjangkau dan 57,5% responden menilai pendidikan terjangkau. 

Namun, sebanyak 51,6% respoden menyebutkan bahwa pemerintah tidak berhasil dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, sebanyak 57,3% responden menyebut pemerintah tidak berhasil dalam menurunkan angka pengangguran.

Lebih lanjut, sebanyak 59,7% responden menilai bahwa pemerintah tidak berhasil dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Poltracking Indonesia, mahalnya kebutuhan pokok turut menjadi persoalan utama dengan persentase 44,3%, disusul biaya kesehatan, pendidikan, sulitnya mencari pekerjaan, serta pelemahan nilai tukar rupiah. 

Menurut Poltracking Indonesia, keluhan soal mahalnya harga kebutuhan pokok dan minimnya lapangan kerja perlu direspon dengan kebijakan strategis karena faktor tersebut cukup memengaruhi persepsi kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Poltracking merekomendasikan agar pemerintah memperbanyak program pengaman sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menyasar kelompok rentan guna menjaga daya beli masyarakat.

Dalam jangka panjang, pemerintah perlu memperluas lapangan kerja dan mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. 

Pemerintah juga perlu menahan kenaikan biaya seperti pajak, kenaikan harga BBM, hingga tarif tol yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Data Terkait

dua-tahun-pemerintahan-prabowo-lapangan-usaha-tambah-jutaan-pekerja
Ekonomi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Lapangan Usaha Tambah Jutaan Pekerja

Tenaga kerja diproyeksikan bertambah 6,04 juta orang pada 2026, dengan perdagangan menjadi sektor penyerap terbanyak, sementara real estat mengalami kontraksi.

2 jam yang lalu

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

investasi-semester-i-2026-tembus-rp-10106-t-serap-145-juta-pekerja
Ekonomi

Investasi Semester I-2026 Tembus Rp 1.010,6 T, Serap 1,45 Juta Pekerja

Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta pekerja.

20 Agu 2026

pemerintah-siapkan-7-strategi-ekonomi-dan-fiskal-ri-2027
Ekonomi

Pemerintah Siapkan 7 Strategi Ekonomi dan Fiskal RI 2027

Pemerintah resmi merumuskan arah kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada tahun 2027.

14 Agu 2026

ekonomi-semester-i-2026-tumbuh-545-dan-raih-peringkat-positif
Ekonomi

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45% dan Raih Peringkat Positif

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini.

14 Agu 2026