Realisasi investasi Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir, seiring semakin besarnya investasi yang diarahkan ke sektor hilirisasi. Berdasarkan data, realisasi investasi meningkat dari Rp901,0 triliun pada 2021 menjadi Rp1.931,2 triliun pada 2025. Artinya, nilai investasi nasional telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode tersebut.
Kenaikan investasi berlangsung secara konsisten. Pada 2022, realisasi investasi mencapai Rp1.207,2 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp1.418,9 triliun pada 2023 dan Rp1.714,2 triliun pada 2024. Pada 2025, investasi kembali meningkat menjadi Rp1.931,2 triliun, atau naik sekitar 12,7% dibandingkan 2024.
Sejalan dengan peningkatan investasi secara keseluruhan, investasi hilirisasi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Realisasi investasi hilirisasi meningkat dari Rp117,5 triliun pada 2021 menjadi Rp171,2 triliun pada 2022, kemudian melonjak menjadi Rp375,4 triliun pada 2023. Pada 2024, nilainya mencapai Rp407,8 triliun dan kembali meningkat menjadi Rp584,1 triliun pada 2025.
Dengan demikian, investasi hilirisasi pada 2025 telah meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan 2021. Kenaikan tersebut juga membuat porsi investasi hilirisasi terhadap total investasi semakin besar. Berdasarkan data yang tersedia, porsinya meningkat dari sekitar 13,0% pada 2021 menjadi sekitar 30,2% pada 2025.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran hilirisasi dalam struktur investasi nasional. Jika pada 2021 investasi hilirisasi masih berada di bawah Rp120 triliun, pada 2025 nilainya telah mencapai Rp584,1 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah sebelum komoditas dipasarkan.
Memasuki 2026, hingga periode data yang tersedia, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010,6 triliun, sementara investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun. Nilai tersebut masing-masing setara sekitar 52,3% dan 51,4% dari realisasi tahun 2025. Karena angka 2026 belum merupakan realisasi satu tahun penuh, perbandingan langsung dengan capaian tahunan sebelumnya perlu dilakukan secara hati-hati.
Dari sisi hilirisasi, realisasi Rp300,1 triliun pada 2026 menunjukkan bahwa investasi yang masuk ke sektor ini tetap berada pada skala yang besar. Jika dibandingkan dengan total investasi pada periode yang sama, investasi hilirisasi menyumbang sekitar 29,7% dari realisasi investasi.
Tren tersebut memperlihatkan dua perkembangan penting dalam investasi Indonesia. Pertama, nilai investasi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Kedua, pertumbuhan investasi semakin disertai dengan peningkatan alokasi ke kegiatan hilirisasi. Dengan demikian, investasi tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat rantai produksi di dalam negeri.