Potensi Nikel RI Dorong Kemandirian Energi, Hilirisasi Hijau Jadi Kunci

Senin, 13 April 2026 | 16:54 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Potensi Nikel RI Dorong Kemandirian Energi, Hilirisasi Hijau Jadi Kunci
Potensi Hilirisasi Hijau Industri Nikel Indonesia

Indonesia memiliki potensi nikel yang sangat besar sebagai modal dalam memperkuat ketahanan energi di tengah krisis global akibat geopolitik Iran dan Amerika Serikat. Kementerian ESDM mencatat, sumber daya nikel Indonesia mencapai 17,7 miliar ton bijih dan 177,8 juta ton logam, dengan cadangan sebesar 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta ton logam per 2023. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, setara dengan 23% dari total cadangan global.

Selain cadangan yang telah teridentifikasi, Indonesia juga memiliki sejumlah wilayah potensial yang belum dieksplorasi (greenfield), tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Potensi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri nikel global sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.

Potensi Hilirisasi Hijau Industri Nikel Indonesia
 - (Kementerian ESDM & Transisi Bersih/Diproduksi Gemini AI)
Potensi Hilirisasi Hijau Industri Nikel Indonesia - (Kementerian ESDM & Transisi Bersih/Diproduksi Gemini AI)

Namun demikian, tantangan dalam hilirisasi nikel masih cukup besar. Laporan Transisi Bersih bertajuk Menghijaukan Hilirisasi Nikel pada 2025 mengungkapkan bahwa industri nikel nasional masih sangat bergantung pada PLTU captive berbasis batu bara. Kondisi ini menyebabkan intensitas emisi yang tinggi, yakni berkisar antara 57 hingga 70 ton CO₂ per ton nikel. Tingginya konsumsi batu bara tersebut dinilai menghambat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060, bahkan membuat hilirisasi nikel belum sejalan dengan visi transisi energi berkelanjutan.

Selain persoalan energi, lemahnya penerapan standar ESG juga menjadi tantangan utama. Laporan Transisi Bersih mencatat, aktivitas pertambangan nikel menghasilkan emisi karbon tinggi serta berpotensi menyebabkan deforestasi dan kerusakan keanekaragaman hayati. Untuk itu, diperlukan penguatan praktik hilirisasi hijau melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengelolaan limbah yang lebih ketat, serta penerapan prinsip ESG yang lebih kuat, termasuk pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah gas berbahaya, hingga pengolahan tailing secara aman.

Dari sisi kebijakan, Laporan Transisi Bersih menilai perlunya evaluasi insentif fiskal seperti tax holiday dan diskon royalti yang berpotensi memicu overproduksi dan menekan harga nikel global. Sebagai alternatif, penerapan pajak ekspor sebesar 10% hingga 20% dinilai dapat meningkatkan penerimaan negara. Menurut riset Transisi Bersih, kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pemasukan sebesar 53,6 hingga 107 triliun rupiah per tahun dengan asumsi menggunakan volume ekspor saat ini. 

Melalui penguatan hilirisasi nikel yang berkelanjutan, pemanfaatan nikel sebagai pendorong kemandirian energi dapat dioptimalkan sekaligus menekan dampak lingkungan, meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta memperluas ruang fiskal untuk mendukung pembiayaan transisi energi.

Data Terkait

china-pimpin-produsen-kendaraan-listrik-dunia-buka-peluang-bagi-ri
Otomotif

China Pimpin Produsen Kendaraan Listrik Dunia, Buka Peluang bagi RI

Dominasi China sebagai produsen EV global dengan penjualan 11,3 juta unit pada 2024 membuka peluang bagi RI yang memiliki 23% cadangan nikel dunia.

16 jam yang lalu

tren-kendaraan-listrik-global-menguat-norwegia-pimpin-populasi-97
Ekonomi

Tren Kendaraan Listrik Global Menguat, Norwegia Pimpin Populasi 97%

Krisis geopolitik dorong harga minyak dan percepat transisi energi. RI fokus kembangkan EV dan EBT, saat 8 negara sudah punya populasi EV di atas 50%.

1 hari yang lalu

momentum-krisis-energi-global-indonesia-maksimalkan-potensi-sda
Ekonomi

Momentum Krisis Energi Global, Indonesia Maksimalkan Potensi SDA

Tingginya harga minyak dunia memicu krisis energi global. RI percepat transformasi energi dan pangan, didukung potensi sumber daya alam hingga EBT.

6 hari yang lalu

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

3 Apr 2026

pembiayaan-nze-butuh-dana-besar-kesiapan-perbankan-masih-minim
Ekonomi

Pembiayaan NZE Butuh Dana Besar, Kesiapan Perbankan Masih Minim

Kebutuhan dana NZE capai Rp 794,6 triliun per tahun, namun kesiapan perbankan belum merata akibat kendala regulasi, SDM, dan standar proyek hijau.

1 Apr 2026

transisi-energi-dikebut-di-tengah-krisis-partisipasi-publik-masih-minim
Ekonomi

Transisi Energi Dikebut di Tengah Krisis, Partisipasi Publik Masih Minim

Indonesia hadapi risiko krisis energi akibat lonjakan harga minyak. Meski transisi energi menuju NZE 2060 dipercepat, partisipasi publik masih terbatas.

31 Mar 2026