Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus mendorong penguatan industri dalam negeri, khususnya pada ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle/EV dan industri solar panel. Langkah ini sejalan dengan melimpahnya bahan baku yang dimiliki Indonesia untuk mendukung kedua sektor tersebut. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa sejumlah sektor industri nasional terdampak kondisi geopolitik global, sehingga fokus diarahkan pada sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar nasional, terutama energi.
Guna mempercepat transformasi, pemerintah tak hanya memperkuat industri yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang baru pada sektor energi masa depan. Rosan menegaskan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi prioritas utama dalam agenda hilirisasi nasional. Hal ini juga didukung oleh kemajuan signifikan Indonesia dalam membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang menjadi fondasi ekspansi industri ke depan.
Urgensi percepatan ini semakin meningkat seiring lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik Iran dan Amerika Serikat. Di saat yang sama, tren global menunjukkan adopsi kendaraan listrik yang semakin luas. Melansir data Visual Capitalist, terdapat 8 negara yang telah memiliki populasi EV lebih dari 50%. Norwegia menjadi negara dengan tingkat adopsi tertinggi, yakni sebesar 97% pada 2025, didukung oleh kebijakan sejak awal 1990-an yang mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui insentif dan disinsentif.
Pemerintah Norwegia secara bertahap menaikkan pajak kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel sehingga harganya menjadi lebih mahal, sementara mobil listrik justru dibebaskan dari pajak. Langkah ini bertujuan agar kendaraan tanpa emisi menjadi pilihan yang lebih menarik, kompetitif, dan layak bagi masyarakat.
Selain Norwegia, Nepal mencatatkan populasi EV sebesar 73% disusul Denmark sebesar 69%. Dengan tren global tersebut, Indonesia melihat peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri EV dan energi terbarukan guna memperkuat ketahanan energi nasional.