Kondisi Kelas Menengah di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 19:36 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kondisi Kelas Menengah di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran
Kondisi Kelas Menengah di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Selama pemerintahan Prabowo-Gibran, jumlah penduduk kelas menengah mengalami penyusutan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kelompok kelas menengah mencapai 46,7 juta jiwa pada 2025, turun dari 48,27 juta jiwa pada 2023.

Lebih lanjut, tekanan terhadap kelas menengah meningkat seiring inflasi yang lebih tinggi. BPS mencatat, inflasi tahunan pada Agustus 2026 mencapai 3,19% year on year (yoy), naik dari 2,12% yoy pada Agustus 2024.

Kenaikan harga kebutuhan membuat alokasi penghasilan kelas menengah lebih banyak digunakan untuk konsumsi harian. Laporan Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) bertajuk “Kelas Menengah di Persimpangan Masa Depan” pada 2026 menyebutkan, konsumsi harian mengambil porsi 40,5% dari alokasi penghasilan, disusul tabungan (21,8%) dan pembayaran cicilan (16,4%).

Kondisi Kelas Menengah di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran - (BPS & Katadata Indonesia Middle Class Insight/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)
Kondisi Kelas Menengah di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran - (BPS & Katadata Indonesia Middle Class Insight/Melati Kristina/Desain oleh ChatGPT)

Adapun riset KIMCI dilakukan pada kuartal-IV 2025 dan kuartal I-2026 yang melibatkan 1.000 responden berusia 18-60 tahun dengan penghasilan berkisar Rp 2-10 juta per kapita per bulan.

Lebih lanjut, riset KIMCI menunjukkan 64,6% responden kelas menengah mengalami kondisi pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan. Selain tekanan pengeluaran, kepemilikan rumah juga masih menghadapi sejumlah hambatan.

Laporan KIMCI tersebut mencatat 63% responden menghadapi hambatan ekonomi dalam memiliki rumah, sementara 57% terkendala faktor pribadi dan 35% kesulitan memenuhi syarat Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Data Terkait

dua-tahun-prabowo-gibran-pengangguran-turun-tapi-phk-meningkat
Ekonomi

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengangguran Turun tapi PHK Meningkat

Dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, pengangguran turun 3,35% menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026, tetapi PHK naik 13,54% menjadi 88,52 ribu orang pada 2025.

17 jam yang lalu

inflasi-agustus-2026-capai-319-ini-perbandingannya-dengan-2025
Ekonomi

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Ini Perbandingannya dengan 2025

Inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19% yoy, naik dari 2,31% yoy pada 2025, didorong kenaikan harga yang diatur pemerintah meski volatile food melandai.

1 Sep 2026

inflasi-tahunan-agustus-2026-tembus-319-makanan-beri-andil-terbesar
Ekonomi

Inflasi Tahunan Agustus 2026 Tembus 3,19%, Makanan Beri Andil Terbesar

Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21% mtm dan 3,19% yoy, dengan makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,13%.

1 Sep 2026

gempa-ntt-picu-kerugian-rp-22-t-ekonomi-daerah-terancam-terganggu
Ekonomi

Gempa NTT Picu Kerugian Rp 2,2 T, Ekonomi Daerah Terancam Terganggu

Gempa di NTT menyebabkan kerugian Rp 2,2 triliun dan berpotensi menekan perekonomian daerah dan mengganggu sejumlah aktivitas usaha.

24 Agu 2026

deflasi-bulanan-kembali-terjadi-harga-bawang-merah-pimpin-penurunan
Ekonomi

Deflasi Bulanan Kembali Terjadi, Harga Bawang Merah Pimpin Penurunan

Indonesia mengalami deflasi 0,14% mtm pada Juli 2026, dipimpin penurunan harga bawang merah hingga emas perhiasan.

4 Agu 2026

makanan-transportasi-jadi-penyumbang-utama-inflasi-juli-2026
Ekonomi

Makanan & Transportasi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Juli 2026

Makanan, Minuman & Tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar pada Juli 2026 dengan andil inflasi sebesar 0,87%. Selanjutnya, kelompok Transportasi menyumbang 0,62% serta Perawatan Pribadi sebesar 0,61%.

4 Agu 2026