Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% month to month (mtm) pada Juli 2026.
Menurut BPS, bawang merah menjadi komoditas utama penyumbang deflasi pada Juli 2026 dengan deflasi sebesar 0,11% mtm. Penurunan harga komoditas tersebut menjadi faktor terbesar yang menahan laju inflasi pada periode ini.
Selain bawang merah, sejumlah komoditas lain juga berkontribusi terhadap deflasi. BPS mencatat emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 0,08% mtm, diikuti cabai merah sebesar 0,06% mtm, cabai rawit sebesar 0,06% mtm, serta telur ayam ras sebesar 0,03% mtm.
Meskipun harga beberapa komoditas mengalami penurunan pada Juli 2026, tekanan inflasi secara tahunan masih berada di level 2,88% yoy. Kondisi ini mencerminkan adanya perbedaan dinamika antara pergerakan harga jangka pendek secara bulanan dengan tren inflasi dalam periode tahunan.