Suahasil Nazara dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) pada Senin (14/9) lalu di Istana Kepresidenan, Jakarta menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Adapun pada Selasa (15/9), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar acara Serah Terima Jabatan Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Suahasil menyampaikan, ia akan memastikan Kemenkeu akan fokus menjaga konsistensi serta melanjutkan program kerja yang sudah berjalan sebelumnya.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sejumlah arahan terkait pengelolaan keuangan negara setelah pelantikan Menkeu pada Senin lalu. Menurut Suahasil, ia diminta menjaga APBN agar mampu mendukung program-program prioritas pemerintah. Di samping itu APBN juga perlu dijaga agar tetap sehat dan kredibel.
Ke depan, Suahasil akan memprioritaskan pelaksanaan APBN yang dapat dipercaya. Pengelolaan anggaran juga diarahkan agar tetap mampu membiayai berbagai program prioritas pemerintah secara berkelanjutan.
Pada 2026, APBN difokuskan pada sejumlah program prioritas nasional. Menurut data Kemenkeu, anggaran tersebut dialokasikan untuk pendidikan mencapai Rp 757,8 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 508,2 triliun, pertahanan semesta sebesar Rp 424,8 triliun, dan ketahanan energi sebesar Rp 402,4 triliun.
Selanjutnya, makan bergizi gratis memperoleh alokasi sebesar Rp 335,0 triliun dalam anggaran pendidikan dan kesehatan sebesar Rp 244,0 triliun. Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM mendapat anggaran Rp 181,8 triliun, sementara ketahanan pangan dialokasikan Rp 164,4 triliun serta akselerasi investasi dan perdagangan global sebesar Rp 57,7 triliun.
Program tersebut mencakup berbagai sasaran, mulai dari peningkatan kualitas guru, pengentasan kemiskinan berbasis DTSEN, modernisasi Alutsista, transisi energi bersih, pemenuhan gizi bagi 82,9 juta penerima manfaat, hingga penyediaan 770 ribu unit rumah.
Pemerintah juga menargetkan penguatan sektor kesehatan, produktivitas UMKM, swasembada beras dan jagung, serta peningkatan peran Indonesia dalam global value chain melalui program prioritas tersebut.