Rapor Ekonomi Indonesia Semester I-2026: Cek Target vs Realisasi Makro Terkini

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rapor Ekonomi Indonesia Semester I-2026: Cek Target vs Realisasi Makro Terkini
Perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 menunjukkan ketahanan, meski sejumlah indikator masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%c-to-c, sedikit di atas target APBN 2026 sebesar 5,40%. Namun, inflasi tercatat 2,88% (yoy), lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 2,50%.

Perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 menunjukkan ketahanan, meski sejumlah indikator masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, sedikit di atas target APBN 2026 sebesar 5,40%. Namun, inflasi tercatat 2,88% (yoy), lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 2,50%.

Dari sisi fiskal, pendapatan negara terealisasi Rp1.459,4 triliun, atau sekitar 46,3% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun, setara sekitar 43,1% dari pagu Rp3.842,7 triliun. Dengan demikian, defisit APBN mencapai Rp196,5 triliun, masih lebih rendah dibandingkan pagu defisit sebesar Rp689,1 triliun.

Tekanan lebih terlihat pada indikator pasar keuangan. Nilai tukar rupiah rata-rata/realisasi tercatat Rp17.868 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan asumsi APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS. Sementara itu, yield SBN tenor 10 tahun berada di 7,20%, di atas asumsi APBN sebesar 6,90%.

Pada sisi sosial, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 4,65%, masih berada di atas target bawah APBN sebesar 4,44%, tetapi lebih rendah dari batas atas 4,96%. Rasio Gini sebesar 0,368 juga lebih baik dibandingkan target bawah 0,377. Sebaliknya, tingkat kemiskinan sebesar 8,07% masih berada di atas target APBN 2026 yang berada pada kisaran 6,5–7,5%.

Secara keseluruhan, kinerja Semester I-2026 memperlihatkan kombinasi pertumbuhan ekonomi dan indikator ketimpangan yang relatif positif, tetapi tekanan nilai tukar, inflasi, serta tingkat kemiskinan masih menjadi tantangan utama menuju akhir 2026.

Perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 menunjukkan ketahanan, meski sejumlah indikator masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%c-to-c, sedikit di atas target APBN 2026 sebesar 5,40%. Namun, inflasi tercatat 2,88% (yoy), lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 2,50%. - (Kemenkeu, BPS & Investing/Design by ChatGPT)
Perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 menunjukkan ketahanan, meski sejumlah indikator masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%c-to-c, sedikit di atas target APBN 2026 sebesar 5,40%. Namun, inflasi tercatat 2,88% (yoy), lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 2,50%. - (Kemenkeu, BPS & Investing/Design by ChatGPT)

Keterangan:
- Pertumbuhan ekonomi (% c-to-c) serta realisasi pendapatan, belanja & defisit APBN per Semester I-2026.
- Inflasi per Juli 2026.
- TPT per Mei 2026.
- Rasio gini & tingkat kemiskinan per Maret 2026.
- Nilai tukar & yield SBN per 13 Agustus 2026 pukul 12:50 WIB.

Data Terkait

apbn-2027-disahkan-bagaimana-perubahannya-dari-rapbn-dan-apbn-2026
Ekonomi

APBN 2027 Disahkan, Bagaimana Perubahannya dari RAPBN dan APBN 2026?

Postur APBN 2027 menunjukkan peningkatan dibandingkan APBN 2026, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara. Pendapatan negara naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026 menjadi Rp3.435,1 triliun pada APBN 2027, atau bertambah sekitar Rp281,5 triliun (8,9%).

30 Sep 2026

pembiayaan-utang-capai-rp-506-triliun-sudah-6080-dari-target-2026
Ekonomi

Pembiayaan Utang Capai Rp 506 Triliun, Sudah 60,80% dari Target 2026

Pembiayaan utang neto hingga Agustus 2026 mencapai Rp 506 triliun atau 60,80% dari target APBN 2026 sebesar Rp 832,2 triliun.

18 Sep 2026

dilantik-jadi-menkeu-suahasil-nazara-prioritaskan-pengelolaan-apbn
Politik

Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Prioritaskan Pengelolaan APBN

Menkeu Suahasil Nazara fokus pada pengelolaan APBN agar sehat dan kredibel. Pada 2026, APBN difokuskan untuk mendukung 8 program prioritas nasional.

16 Sep 2026

tkd-2026-merosot-20-ruang-fiskal-daerah-kian-terbatas
Ekonomi

TKD 2026 Merosot 20%, Ruang Fiskal Daerah Kian Terbatas

Anggaran TKD 2026 turun 20,28% menjadi Rp 693 triliun, sementara 490 daerah diproyeksi membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan operasional.

14 Agu 2026

sambut-hari-pajak-penerimaan-pajak-semester-i-2026-tembus-rp-1035-t
Ekonomi

Sambut Hari Pajak, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Tembus Rp 1.035 T

Penerimaan pajak Indonesia mencapai Rp 1.035 triliun pada semester I-2026 atau 43,9% dari target APBN. Kinerja tersebut tumbuh 24,6% dibanding tahun lalu.

15 Jul 2026

defisit-apbn-sentuh-rp-546-triliun-di-awal-2026
Ekonomi

Defisit APBN Sentuh Rp 54,6 Triliun di Awal 2026

Hingga 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp 172,7 triliun, belanja Rp 227,3 triliun, dengan defisit APBN mencapai Rp 54,6 triliun atau 0,21% PDB.

25 Feb 2026