Defisit APBN Sentuh Rp 54,6 Triliun di Awal 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:00 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Defisit APBN Sentuh Rp 54,6 Triliun di Awal 2026
Hingga 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp 172,7 triliun, belanja Rp 227,3 triliun, dengan defisit APBN mencapai Rp 54,6 triliun atau 0,21% PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 31 Januari 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 23 triliun.

Hingga 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp 172,7 triliun, belanja Rp 227,3 triliun, dengan defisit APBN mencapai Rp 54,6 triliun atau 0,21% PDB. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)
Hingga 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp 172,7 triliun, belanja Rp 227,3 triliun, dengan defisit APBN mencapai Rp 54,6 triliun atau 0,21% PDB. - (Kementerian Keuangan/Karen Agatha)

Realisasi pendapatan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp 172,7 triliun atau sekitar 5,5% dari pagu APBN 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 157,8 triliun. Kenaikan pendapatan negara terutama didorong oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan. Hingga Januari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 30,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 116,2 triliun.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp 227,3 triliun atau setara 5,9% dari pagu APBN 2026. Realisasi belanja ini meningkat 25,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa secara keseluruhan APBN 2026 tetap berfungsi sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak perekonomian. Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, serta defisit yang tetap terkendali, APBN dinilai mampu menjaga stabilitas dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.

Data Terkait

tkd-2026-merosot-20-ruang-fiskal-daerah-kian-terbatas
Ekonomi

TKD 2026 Merosot 20%, Ruang Fiskal Daerah Kian Terbatas

Anggaran TKD 2026 turun 20,28% menjadi Rp 693 triliun, sementara 490 daerah diproyeksi membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan operasional.

14 Agu 2026

rapor-ekonomi-indonesia-semester-i-2026-cek-target-vs-realisasi-makro-terkini
Ekonomi

Rapor Ekonomi Indonesia Semester I-2026: Cek Target vs Realisasi Makro Terkini

Perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 menunjukkan ketahanan, meski sejumlah indikator masih menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%c-to-c, sedikit di atas target APBN 2026 sebesar 5,40%. Namun, inflasi tercatat 2,88% (yoy), lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 2,50%.

13 Agu 2026

sektor-perdagangan-jadi-penyumbang-pajak-terbesar-di-semester-i-2026
Ekonomi

Sektor Perdagangan Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Semester I-2026

Penerimaan pajak semester I-2026 didominasi sektor perdagangan dengan kontribusi 25,60% dan pertumbuhan 45,90% yoy, disusul industri pengolahan.

24 Jul 2026

sambut-hari-pajak-penerimaan-pajak-semester-i-2026-tembus-rp-1035-t
Ekonomi

Sambut Hari Pajak, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Tembus Rp 1.035 T

Penerimaan pajak Indonesia mencapai Rp 1.035 triliun pada semester I-2026 atau 43,9% dari target APBN. Kinerja tersebut tumbuh 24,6% dibanding tahun lalu.

15 Jul 2026

realisasi-belanja-kl-awal-2026-tumbuh-pesat-dipicu-thr-dan-pkh
Ekonomi

Realisasi Belanja K/L Awal 2026 Tumbuh Pesat, Dipicu THR dan PKH

Belanja K/L hingga Januari 2026 tembus Rp55,8 triliun. Belanja barang melonjak 702,5% yoy, bansos naik 129,2%, dipicu MBG dan percepatan PKH.

25 Feb 2026

realisasi-pajak-neto-awal-2026-solid-pajak-lainnya-naik-hampir-700
Ekonomi

Realisasi Pajak Neto Awal 2026 Solid, Pajak Lainnya Naik Hampir 700%

Penerimaan pajak Januari 2026 naik solid. Pajak lainnya melonjak 685,8% dan PPN tumbuh 83,9%, meski sebagian setoran masih berupa deposit.

24 Feb 2026