Dorong Waste to Energy, Indonesia Belajar dari Praktik Negara Maju

Jumat, 10 Juli 2026 | 10:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dorong Waste to Energy, Indonesia Belajar dari Praktik Negara Maju
Praktik Waste to Energy di Berbagai Negara

Indonesia tengah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui penerapan konsep waste to energy (WtE). Proyek tersebut mencakup 31 area aglomerasi dengan total kapasitas pengolahan mencapai 40 ribu ton sampah per hari dan ditargetkan mulai beroperasi di awal 2028. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dari limbah perkotaan.

Sejumlah negara sebelumnya telah berhasil menerapkan teknologi waste to energy sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah nasional. Melansir laporan Environesia, Swedia memiliki lebih dari 30 fasilitas insinerator modern yang mampu menghasilkan panas untuk sistem pemanas distrik dan listrik melalui pembakaran limbah padat secara efisien dengan tingkat polusi yang rendah. Bahkan, negara tersebut mengimpor sampah dari negara lain untuk diolah menjadi energi. 

Sementara itu, Jepang mengelola lebih dari 70% sampah melalui sistem insinerasi modern dengan teknologi pemurnian gas buang yang canggih. Salah satu fasilitasnya, Hikarigaoka Plant di Tokyo, mampu mengolah 300 ton sampah per hari dengan turbin uap berkapasitas 9 MW, sedangkan Toshima Plant di Tokyo memiliki kapasitas 400 ton per hari dan menghasilkan listrik sebesar 7,8 MW yang memasok kebutuhan sekitar 20 ribu rumah.

Praktik Waste to Energy di Berbagai Negara - (Environesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Praktik Waste to Energy di Berbagai Negara - (Environesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Keberhasilan serupa juga terlihat di Singapura yang mengoperasikan beberapa fasilitas waste to energy berskala besar. Salah satu fasilitasnya, Tuas South Incineration Plant, memiliki kapasitas 3 ribu ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 80 MW. Sementara, TuasOne WTE Plant mampu mengolah 3,6 ribu ton sampah per hari dengan produksi listrik mencapai 120 MW, sedangkan Keppel Seghers Tuas berkapasitas 800 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 22 MW melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta. Model pembiayaan tersebut dinilai mampu mengurangi beban investasi pemerintah sekaligus membuktikan bahwa Singapura dapat mengelola sampah secara modern untuk memenuhi kebutuhan energi perkotaan.

Negara lain juga menunjukkan keberhasilan serupa. Korea Selatan mampu menangani limbah dengan kadar air dan kandungan organik yang tinggi melalui lebih dari 35 pembangkit WtE termal. Di Jerman, sebanyak 67% sampah berhasil didaur ulang dan 31% dikonversi menjadi energi menggunakan teknologi gasifikasi dan insinerasi bersih dengan pengendalian emisi yang ketat. 

Sementara itu, Belanda mengolah limbah non-daur ulang melalui sistem insinerasi, sedangkan limbah organik dimanfaatkan menjadi biogas dan energi untuk sistem pemanas perkotaan. Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi tidak hanya mampu mengurangi volume limbah, tetapi juga menjadi sumber energi alternatif yang mendukung ketahanan energi dan mengatasi permasalahan timbulan sampah.

Data Terkait

danantara-genjot-5-proyek-psel-dorong-pengelolaan-sampah-jadi-listrik
Ekonomi

Danantara Genjot 5 Proyek PSEL, Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Listrik

Sejumlah PSEL bernilai triliunan rupiah sedang memasuki tahap pembangunan. Proyek ini mengolah ribuan ton sampah per hari sekaligus menghasilkan listrik.

5 hari yang lalu

tren-kendaraan-listrik-global-menguat-norwegia-pimpin-populasi-97
Ekonomi

Tren Kendaraan Listrik Global Menguat, Norwegia Pimpin Populasi 97%

Krisis geopolitik dorong harga minyak dan percepat transisi energi. RI fokus kembangkan EV dan EBT, saat 8 negara sudah punya populasi EV di atas 50%.

14 Apr 2026

momentum-krisis-energi-global-indonesia-maksimalkan-potensi-sda
Ekonomi

Momentum Krisis Energi Global, Indonesia Maksimalkan Potensi SDA

Tingginya harga minyak dunia memicu krisis energi global. RI percepat transformasi energi dan pangan, didukung potensi sumber daya alam hingga EBT.

9 Apr 2026

bioetanol-ri-belum-kompetitif-keberhasilan-brasil-bisa-jadi-acuan
Ekonomi

Bioetanol RI Belum Kompetitif, Keberhasilan Brasil Bisa Jadi Acuan

Transisi energi bersih kian cepat, namun pemanfaatan bioetanol RI belum optimal. Keberhasilan Brasil sebagai produsen terbesar kedua dunia dapat jadi acuan.

9 Apr 2026

program-b50-dikebut-biodiesel-berperan-nyata-bagi-sosial-dan-lingkungan
Ekonomi

Program B50 Dikebut, Biodiesel Berperan Nyata bagi Sosial dan Lingkungan

Implementasi B50 dipercepat guna menghemat energi. Secara historis mandatori biodiesel memiliki kontribusi nyata di bidang sosial dan lingkungan.

3 Apr 2026

transisi-energi-dikebut-di-tengah-krisis-partisipasi-publik-masih-minim
Ekonomi

Transisi Energi Dikebut di Tengah Krisis, Partisipasi Publik Masih Minim

Indonesia hadapi risiko krisis energi akibat lonjakan harga minyak. Meski transisi energi menuju NZE 2060 dipercepat, partisipasi publik masih terbatas.

31 Mar 2026