Transparansi Internasional resmi merilis laporan Corruption Perceptions Index (CPI) untuk tahun 2025, yang menyoroti stagnansi dan kemunduran signifikan dalam pemberantasan korupsi global. Di tingkat panggung dunia, negara-negara Nordik seperti Denmark dan Finlandia tetap kokoh memimpin di papan atas, masing-masing dengan perolehan skor sebesar 89 dan 88 dari skala 100. Sebaliknya, Indonesia justru terjebak dalam tren yang mengkhawatirkan dengan skor yang kembali merosot ke angka 34 pada tahun 2025, menyamai titik terendahnya yang juga sempat menyentuh angka serupa pada tahun 2023.
Penurunan performa Indonesia ini mempertegas pola kemunduran yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Setelah sempat menunjukkan sedikit tanda pemulihan pada tahun 2024 dengan mencatatkan skor 37, Indonesia gagal mempertahankan momentum tersebut dan kehilangan tiga poin dalam setahun terakhir. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan negara tetangga, Malaysia, yang secara konsisten merangkak naik hingga mencapai skor 52 pada tahun 2025, menjauhi ketertinggalan dari Indonesia dan memperlebar jarak kualitas tata kelola pemerintahan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam laporan globalnya, Transparansi Internasional mengungkapkan sebuah kenyataan pahit bahwa hampir dua pertiga negara yang mengalami penurunan skor CPI secara signifikan sejak tahun 2012 memiliki pola serupa, yakni terjadinya pembatasan yang mengkhawatirkan terhadap kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul. Indonesia dimasukkan ke dalam kelompok negara yang mengalami intervensi berpolitik terhadap operasional organisasi non-pemerintah (LSM) dalam dekade terakhir, bersanding dengan negara-negara lain seperti Georgia (50), Peru (30), dan Tunisia (39).