Gelombang PHK Mengintai Berbagai Sektor Industri

Senin, 6 Juli 2026 | 17:19 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Gelombang PHK Mengintai Berbagai Sektor Industri
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor menghadapi tekanan bisnis yang berujung pada potensi maupun realisasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Faktor penyebabnya beragam, mulai dari persoalan likuiditas perusahaan, melemahnya permintaan pasar, gangguan pasokan bahan baku, relokasi produksi ke luar negeri, hingga langkah efisiensi operasional.

Sepanjang 2026, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor industri menghadapi tekanan yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Faktor penyebabnya beragam, mulai dari perlambatan permintaan pasar, gangguan operasional, relokasi produksi, hingga langkah efisiensi perusahaan. Kondisi tersebut berisiko memengaruhi ribuan tenaga kerja di sektor manufaktur, otomotif, perbankan, hingga perdagangan digital.

Di sektor industri kertas, PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Mojokerto, Jawa Timur, menghadapi ancaman PHK terhadap sekitar 2.500 pekerja. Potensi tersebut muncul setelah operasional perusahaan terhenti akibat dana modal kerja yang diperkirakan mencapai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun masih tersimpan di bank yang telah dilikuidasi. Dana tersebut saat ini masih berada dalam proses penanganan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menghambat kelangsungan operasional perusahaan.

Sementara itu, PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 4.000 pekerja. Perusahaan produsen alas kaki untuk sejumlah merek global, seperti Nike dan Puma, menghentikan sementara aktivitas sebagian tenaga kerjanya karena belum adanya pesanan baru serta terganggunya pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi.

Ancaman yang lebih besar juga muncul di sektor komponen otomotif. Dua perusahaan asal Jepang yang sementara disebut PT J dan PT S, yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dikabarkan berencana merelokasi sebagian fasilitas produksinya ke Vietnam. Apabila rencana tersebut direalisasikan, sekitar 7.000 pekerja berpotensi terdampak PHK. Hingga kini, identitas kedua perusahaan belum diumumkan karena proses negosiasi dengan serikat pekerja masih berlangsung.

Sementara itu, di sektor perbankan, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) telah melakukan penyesuaian jumlah karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional. Pada Kuartal I 2026, jumlah karyawan tercatat 2.265 orang, berkurang 69 orang dibandingkan posisi akhir 2025. Secara tahunan, jumlah tersebut juga turun 662 orang dibandingkan Kuartal I 2025 yang mencapai 2.927 orang. Selain melakukan pengurangan tenaga kerja, KB Bank juga menutup sejumlah kantor cabang sebagai bagian dari transformasi bisnis dan penyesuaian operasional.

Perkembangan di berbagai perusahaan tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia usaha pada 2026 masih cukup besar. Meski penyebabnya berbeda-beda, mulai dari persoalan likuiditas, penurunan permintaan, relokasi produksi, hingga efisiensi bisnis, seluruh kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan menjadi perhatian bagi pemerintah, pelaku industri, serta para pekerja.

Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor menghadapi tekanan bisnis yang berujung pada potensi maupun realisasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Faktor penyebabnya beragam, mulai dari persoalan likuiditas perusahaan, melemahnya permintaan pasar, gangguan pasokan bahan baku, relokasi produksi ke luar negeri, hingga langkah efisiensi operasional. - (Media Monitoring DATASATU/Design by LM Notebook)
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor menghadapi tekanan bisnis yang berujung pada potensi maupun realisasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Faktor penyebabnya beragam, mulai dari persoalan likuiditas perusahaan, melemahnya permintaan pasar, gangguan pasokan bahan baku, relokasi produksi ke luar negeri, hingga langkah efisiensi operasional. - (Media Monitoring DATASATU/Design by LM Notebook)

Data Terkait

ancaman-phk-membayangi-jumlah-pekerja-indonesia-turun-di-awal-2026
Ekonomi

Ancaman PHK Membayangi, Jumlah Pekerja Indonesia Turun di Awal 2026

Sebanyak 23.470 pekerja telah di-PHK hingga Mei 2026. Adapun jumlah pekerja di Indonesia turun dalam setahun terakhir menjadi 68,21 juta pekerja di Februari 2026.

5 hari yang lalu

kalimantan-timur-catat-kasus-phk-tertinggi-di-indonesia-pada-mei-2026
Ekonomi

Kalimantan Timur Catat Kasus PHK Tertinggi di Indonesia pada Mei 2026

Data Kemnaker menyebut Provinsi Kalimantan Timur menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK tertinggi di RI, yakni mencapai 263 orang.

5 hari yang lalu

badai-phk-global-2026-dipicu-otomatisasi-ai-dan-restrukturisasi
Ekonomi

Badai PHK Global 2026 Dipicu Otomatisasi AI dan Restrukturisasi

PHK bayangi pasar kerja global paruh awal 2026. Meski volume makro turun dibanding tahun lalu, adopsi masif AI & otomatisasi jadi motor utama hilangnya kerja.

5 hari yang lalu

phk-bertambah-jumlah-pekerja-formal-menyusut-di-awal-2026
Ekonomi

PHK Bertambah, Jumlah Pekerja Formal Menyusut di Awal 2026

PHK mencapai 23.470 pekerja sepanjang Januari-Mei 2026. Di saat yang sama, BPS mencatat jumlah pekerja formal menurun, sementara pekerja informal terus meningkat.

7 Jul 2026

harga-gas-industri-melonjak-risiko-phk-ancam-industri-kimia-energi-ri
Ekonomi

Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI

Harga gas bumi non-HGBT naik menjadi sekitar US$20 MMBTU sejak Juni 2026 dan berpotensi mengancam 50 ribu pekerja di industri Kimia-Energi RI.

26 Jun 2026

gelombang-phk-menghantam-dunia
Ekonomi

Gelombang PHK Menghantam Dunia

Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai negara. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi perlambatan ekonomi, kenaikan biaya energi, transformasi industri, serta percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dampaknya mulai dirasakan baik oleh negara maju maupun pusat-pusat industri global.

25 Jun 2026