Sepanjang 2026, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor industri menghadapi tekanan yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Faktor penyebabnya beragam, mulai dari perlambatan permintaan pasar, gangguan operasional, relokasi produksi, hingga langkah efisiensi perusahaan. Kondisi tersebut berisiko memengaruhi ribuan tenaga kerja di sektor manufaktur, otomotif, perbankan, hingga perdagangan digital.
Di sektor industri kertas, PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Mojokerto, Jawa Timur, menghadapi ancaman PHK terhadap sekitar 2.500 pekerja. Potensi tersebut muncul setelah operasional perusahaan terhenti akibat dana modal kerja yang diperkirakan mencapai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun masih tersimpan di bank yang telah dilikuidasi. Dana tersebut saat ini masih berada dalam proses penanganan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menghambat kelangsungan operasional perusahaan.
Sementara itu, PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berpotensi melakukan PHK terhadap sekitar 4.000 pekerja. Perusahaan produsen alas kaki untuk sejumlah merek global, seperti Nike dan Puma, menghentikan sementara aktivitas sebagian tenaga kerjanya karena belum adanya pesanan baru serta terganggunya pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi.
Ancaman yang lebih besar juga muncul di sektor komponen otomotif. Dua perusahaan asal Jepang yang sementara disebut PT J dan PT S, yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dikabarkan berencana merelokasi sebagian fasilitas produksinya ke Vietnam. Apabila rencana tersebut direalisasikan, sekitar 7.000 pekerja berpotensi terdampak PHK. Hingga kini, identitas kedua perusahaan belum diumumkan karena proses negosiasi dengan serikat pekerja masih berlangsung.
Sementara itu, di sektor perbankan, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) telah melakukan penyesuaian jumlah karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional. Pada Kuartal I 2026, jumlah karyawan tercatat 2.265 orang, berkurang 69 orang dibandingkan posisi akhir 2025. Secara tahunan, jumlah tersebut juga turun 662 orang dibandingkan Kuartal I 2025 yang mencapai 2.927 orang. Selain melakukan pengurangan tenaga kerja, KB Bank juga menutup sejumlah kantor cabang sebagai bagian dari transformasi bisnis dan penyesuaian operasional.
Perkembangan di berbagai perusahaan tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia usaha pada 2026 masih cukup besar. Meski penyebabnya berbeda-beda, mulai dari persoalan likuiditas, penurunan permintaan, relokasi produksi, hingga efisiensi bisnis, seluruh kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan menjadi perhatian bagi pemerintah, pelaku industri, serta para pekerja.