Gelombang PHK Menghantam Dunia

Kamis, 25 Juni 2026 | 19:44 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Gelombang PHK Menghantam Dunia
Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai negara. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi perlambatan ekonomi, kenaikan biaya energi, transformasi industri, serta percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dampaknya mulai dirasakan baik oleh negara maju maupun pusat-pusat industri global.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) membayangi sejumlah negara pada 2026 seiring meningkatnya tekanan ekonomi global, transformasi teknologi, dan gejolak geopolitik. Uni Eropa menghadapi risiko terbesar dengan potensi hilangnya hingga 1,3 juta lapangan kerja akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik AS–Iran. Sektor otomotif diperkirakan mencatat PHK terbesar dengan potensi kehilangan sekitar 600.000 pekerjaan, diikuti sektor konstruksi, logam, kimia, dan transportasi. Selain itu, puluhan ribu pekerjaan di industri baterai kendaraan listrik, manufaktur panel surya, dan baja juga terancam akibat kebijakan dekarbonisasi.

Di Asia, Singapura mulai merasakan tekanan di sektor teknologi dan e-commerce. Perusahaan e-commerce regional Lazada dikabarkan memangkas sekitar 5% tenaga kerjanya di Asia Tenggara, termasuk di Singapura, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Sebelumnya, Amazon juga melakukan pengurangan tenaga kerja di negara tersebut pada Mei 2026, menandakan meningkatnya tren efisiensi di sektor digital.

Sementara itu, Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja. Pada Juni 2026, sektor manufaktur mencatat pengurangan tenaga kerja tercepat sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Kondisi ini dipicu oleh tingginya biaya produksi dan ketidakpastian prospek ekonomi. Di saat yang sama, adopsi kecerdasan buatan (AI) turut mempercepat restrukturisasi tenaga kerja. Pada Mei 2026, perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan lebih dari 97.000 PHK, dengan sekitar 40% di antaranya dikaitkan dengan implementasi teknologi AI.

Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai negara. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi perlambatan ekonomi, kenaikan biaya energi, transformasi industri, serta percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dampaknya mulai dirasakan baik oleh negara maju maupun pusat-pusat industri global. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai negara. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi perlambatan ekonomi, kenaikan biaya energi, transformasi industri, serta percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dampaknya mulai dirasakan baik oleh negara maju maupun pusat-pusat industri global. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

harga-gas-industri-melonjak-risiko-phk-ancam-industri-kimia-energi-ri
Ekonomi

Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI

Harga gas bumi non-HGBT naik menjadi sekitar US$20 MMBTU sejak Juni 2026 dan berpotensi mengancam 50 ribu pekerja di industri Kimia-Energi RI.

3 hari yang lalu

sektor-informal-melejit-di-tengah-badai-phk-awal-tahun-2026
Ekonomi

Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026

Data BPS menunjukkan dominasi sektor informal yang masih kuat sepanjang periode 2022 hingga awal tahun 2026.

22 Mei 2026

phk-besar-melanda-perusahaan-global-ada-amazon-hingga-kfc-indonesia
Ekonomi

PHK Besar Melanda Perusahaan Global, Ada Amazon hingga KFC Indonesia

Gelombang PHK berskala besar melanda berbagai perusahaan di dalam maupun luar negeri. Adapun Volkswagen, Amazon, hingga KFC Indonesia tercatat melakukan PHK.

11 Mar 2026

jawa-barat-catat-phk-tertinggi-2025-pulau-jawa-dominasi-daftar-nasional
Ekonomi

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi 2025, Pulau Jawa Dominasi Daftar Nasional

Jawa Barat mencatat PHK terbanyak pada September 2025 dengan 229 orang. Pulau Jawa mendominasi daftar 10 provinsi dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK tertinggi.

2 Des 2025