Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI

Jumat, 26 Juni 2026 | 08:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Harga Gas Industri Melonjak, Risiko PHK Ancam Industri Kimia-Energi RI
Tren Jumlah PHK 5, 2021-2026

Kenaikan harga gas untuk sektor industri dinilai meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor usaha. Kementerian ESDM mencatat, harga gas bumi non-HGBT mengalami lonjakan signifikan dari sekitar US$9,16-US$9,20/MMBTU menjadi sekitar US$20 MMBTU. Berdasarkan tinjauan Kementerian ESDM, kenaikan harga tersebut mulai terjadi sejak Juni 2026.

Kementerian ESDM menjelaskan bahwa harga tersebut dikenakan pada penggunaan gas yang melebihi Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) sebesar 27,5%. AGIT merupakan salah satu komponen dalam kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga gas di luar skema tersebut dinilai menambah beban biaya produksi dan operasional perusahaan.

Dampak tekanan biaya tersebut dikhawatirkan memengaruhi keberlangsungan usaha di sejumlah sektor. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyebutkan bahwa tingginya harga gas industri berpotensi mengancam sekitar 50 ribu pekerja yang bekerja di sektor kimia, energi, dan pertambangan. Kondisi ini menambah kekhawatiran di tengah tren PHK yang masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang mengalami PHK pada periode 2023-2025 meningkat 33,58%. Dalam lima tahun terakhir, angka PHK tertinggi terjadi pada 2021 dengan mencapai 127,09 ribu pekerja, sebelum turun menjadi 25,11 ribu pekerja pada 2022. Selanjutnya, jumlah PHK kembali meningkat menjadi 88,59 ribu pekerja pada 2025 atau naik 13,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun sepanjang Januari-Mei 2026, jumlah pekerja yang terkena PHK telah mencapai 23,47 ribu orang.

Tren Jumlah PHK 5, 2021-2026 - (Kementerian Ketenagakerjaan/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tren Jumlah PHK 5, 2021-2026 - (Kementerian Ketenagakerjaan/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Data Terkait

gelombang-phk-menghantam-dunia
Ekonomi

Gelombang PHK Menghantam Dunia

Tahun 2026 diwarnai meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai negara. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi perlambatan ekonomi, kenaikan biaya energi, transformasi industri, serta percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dampaknya mulai dirasakan baik oleh negara maju maupun pusat-pusat industri global.

3 hari yang lalu

harga-icp-melambung-6544-sepanjang-2026-ikuti-lonjakan-minyak-dunia
Ekonomi

Harga ICP Melambung 65,44% Sepanjang 2026, Ikuti Lonjakan Minyak Dunia

Harga minyak mentah dunia dan ICP melonjak sepanjang 2026. Harga ICP Mei 2026 mencapai US$ 106,56 per barel atau naik 65,44% dibanding awal tahun.

12 Jun 2026

sektor-informal-melejit-di-tengah-badai-phk-awal-tahun-2026
Ekonomi

Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026

Data BPS menunjukkan dominasi sektor informal yang masih kuat sepanjang periode 2022 hingga awal tahun 2026.

22 Mei 2026

phk-besar-melanda-perusahaan-global-ada-amazon-hingga-kfc-indonesia
Ekonomi

PHK Besar Melanda Perusahaan Global, Ada Amazon hingga KFC Indonesia

Gelombang PHK berskala besar melanda berbagai perusahaan di dalam maupun luar negeri. Adapun Volkswagen, Amazon, hingga KFC Indonesia tercatat melakukan PHK.

11 Mar 2026

jawa-barat-catat-phk-tertinggi-2025-pulau-jawa-dominasi-daftar-nasional
Ekonomi

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi 2025, Pulau Jawa Dominasi Daftar Nasional

Jawa Barat mencatat PHK terbanyak pada September 2025 dengan 229 orang. Pulau Jawa mendominasi daftar 10 provinsi dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK tertinggi.

2 Des 2025