BI Rate Tembus 5,75%, Ini Dampaknya ke Deposito, Obligasi, dan Saham

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
BI Rate Tembus 5,75%, Ini Dampaknya ke Deposito, Obligasi, dan Saham
Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Berbagai Instrumen Investasi, 2026

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik signifikan dalam sebulan terakhir. Melansir data BI, suku bunga acuan atau BI Rate mencapai 5,75% pada Juni 2026. Dalam satu bulan terakhir, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif hingga 100 basis poin (bps). Kebijakan tersebut memberikan dampak yang berbeda terhadap berbagai instrumen investasi di pasar keuangan.

Bank Indonesia memaparkan bahwa kenaikan suku bunga acuan berpotensi mendorong peningkatan suku bunga deposito. Kondisi tersebut membuat imbal hasil deposito menjadi lebih menarik bagi investor. Dampaknya, sebagian dana berpotensi berpindah ke instrumen investasi yang lebih konservatif karena menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Berbagai Instrumen Investasi, 2026 - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Berbagai Instrumen Investasi, 2026 - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Sebaliknya, kenaikan suku bunga memberikan tekanan terhadap obligasi, termasuk obligasi FR dan reksa dana obligasi. Saat suku bunga meningkat, harga obligasi cenderung turun karena harga dan yield bergerak berlawanan arah. Kenaikan suku bunga mendorong yield pasar naik sehingga menekan harga obligasi yang telah beredar. Selain itu, obligasi lama menjadi kurang kompetitif dibandingkan obligasi baru yang menawarkan yield lebih tinggi, sehingga harga obligasi lama harus menyesuaikan kondisi pasar.

Dampak negatif juga dirasakan pasar saham. Kenaikan suku bunga meningkatkan beban bunga perusahaan dan menambah biaya pendanaan, sehingga berpotensi menekan profitabilitas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi valuasi perusahaan dan memberikan tekanan terhadap harga saham, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

Data Terkait

bi-rate-naik-ke-575-saat-the-fed-masih-tahan-suku-bunga
Ekonomi

BI Rate Naik ke 5,75% Saat The Fed Masih Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% pada Juni 2026 di saat The Fed cenderung menahan suku bunga di level 3,75% sepanjang 2026.

5 hari yang lalu

gejolak-timur-tengah-tekan-rupiah-bi-rate-tembus-550-persen
Ekonomi

Gejolak Timur Tengah Tekan Rupiah, BI Rate Tembus 5,50 Persen

BI Rate naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan kembali naik 25 bps menjadi 5,50% pada Juni 2026. Secara kumulatif, suku bunga acuan telah naik 75 bps dalam dua bulan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

10 Jun 2026

bi-naikkan-suku-bunga-darurat-rupiah-menguat-rp-17900-per-dolar-as
Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Darurat, Rupiah Menguat Rp 17.900 per Dolar AS

Rupiah menguat 1,29% ke Rp 17.956 per dolar AS setelah BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,50% dan meluncurkan sejumlah kebijakan stabilisasi pasar.

9 Jun 2026

bi-kerek-suku-bunga-beban-kredit-masyarakat-terancam-naik
Ekonomi

BI Kerek Suku Bunga, Beban Kredit Masyarakat Terancam Naik

BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026 guna menjaga rupiah dan inflasi di tengah gejolak global serta perang Timur Tengah.

25 Mei 2026

jaga-stabilitas-bi-tahan-suku-bunga-475-selama-7-bulan
Ekonomi

Jaga Stabilitas, BI Tahan Suku Bunga 4,75% Selama 7 Bulan

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% pada Maret 2026, level yang sama sejak penurunan terakhir pada September 2025.

18 Mar 2026

suku-bunga-acuan-bi-tetap-475-pada-maret-2026-ini-faktor-utamanya
Ekonomi

Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global.

17 Mar 2026