Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada perdagangan Selasa (9/6) setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter. Menurut data Investing pada Selasa (9/6) pukul 19.13 WIB, rupiah terapresiasi 1,29% hingga berada di level Rp 17.956 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan darurat pada hari yang sama.
Melansir data Bank Indonesia, BI-Rate dinaikkan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% pada Juni 2026. Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 bps menjadi 4,50%, sedangkan suku bunga Lending Facility meningkat 25 bps menjadi 6,25%. Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal dan gejolak pasar keuangan global.
Tak hanya menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga mengumumkan sejumlah langkah lanjutan. BI menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan guna meningkatkan imbal hasil serta menarik masuknya investasi portofolio asing.
Selain itu, BI memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10% bagi investor asing untuk meningkatkan daya tarik investasi sekaligus mengompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.
Di sisi lain, BI membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan bagi perbankan guna menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan sehingga pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap berada di atas 10%.
BI juga meningkatkan intensitas operasi moneter dalam rupiah maupun valuta asing melalui penyelenggaraan lelang SRBI sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu, intervensi diperkuat melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik serta transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.