Gejolak Timur Tengah Tekan Rupiah, BI Rate Tembus 5,50 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:28 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Gejolak Timur Tengah Tekan Rupiah, BI Rate Tembus 5,50 Persen
BI Rate naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan kembali naik 25 bps menjadi 5,50% pada Juni 2026. Secara kumulatif, suku bunga acuan telah naik 75 bps dalam dua bulan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang memuncak pada 28 Februari 2026 lalu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 Maret 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global, sekaligus memastikan inflasi periode 2026–2027 tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%.

Sikap bertahan tersebut berlanjut pada RDG April 2026, di mana BI kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Keputusan ini sejalan dengan fokus BI dalam meningkatkan efektivitas strategi operasi moneter serta menjaga stabilitas Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik tersebut.

Namun, tekanan eksternal yang kian meroket akhirnya memaksa BI untuk mengubah arah kebijakan moneter. Pada RDG 19–20 Mei 2026, BI memutuskan mendongkrak BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Kenaikan agresif ini ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sekaligus sebagai langkah pre-emptive (antisipatif) guna memastikan inflasi tidak keluar dari rentang sasaran pemerintah.

Tidak butuh waktu lama bagi BI untuk kembali memperketat kebijakan moneternya. Pada RDG Juni 2026, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps hingga mencapai level 5,50%. Kenaikan ini merupakan respons langsung terhadap tingginya gejolak pasar global akibat eskalasi di Timur Tengah, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya aliran investasi portofolio asing (capital inflow) ke Indonesia.

Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia juga memperkuat stabilisasi Rupiah melalui berbagai strategi operasi moneter lainnya, termasuk meningkatkan imbal hasil (yield) instrumen moneter dan memberikan insentif guna memikat modal asing. Secara kumulatif, BI Rate telah mengorbit naik sebesar 75 bps hanya dalam kurun waktu dua bulan, bergerak dari 4,75% pada April menjadi 5,50% pada Juni 2026.

BI Rate naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan kembali naik 25 bps menjadi 5,50% pada Juni 2026. Secara kumulatif, suku bunga acuan telah naik 75 bps dalam dua bulan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. - (Bank Indonesia/Design by LM Notebook)
BI Rate naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan kembali naik 25 bps menjadi 5,50% pada Juni 2026. Secara kumulatif, suku bunga acuan telah naik 75 bps dalam dua bulan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. - (Bank Indonesia/Design by LM Notebook)

Data Terkait

bi-naikkan-suku-bunga-darurat-rupiah-menguat-rp-17900-per-dolar-as
Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Darurat, Rupiah Menguat Rp 17.900 per Dolar AS

Rupiah menguat 1,29% ke Rp 17.956 per dolar AS setelah BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,50% dan meluncurkan sejumlah kebijakan stabilisasi pasar.

2 hari yang lalu

bi-kerek-suku-bunga-beban-kredit-masyarakat-terancam-naik
Ekonomi

BI Kerek Suku Bunga, Beban Kredit Masyarakat Terancam Naik

BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026 guna menjaga rupiah dan inflasi di tengah gejolak global serta perang Timur Tengah.

25 Mei 2026

jaga-stabilitas-bi-tahan-suku-bunga-475-selama-7-bulan
Ekonomi

Jaga Stabilitas, BI Tahan Suku Bunga 4,75% Selama 7 Bulan

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% pada Maret 2026, level yang sama sejak penurunan terakhir pada September 2025.

18 Mar 2026

suku-bunga-acuan-bi-tetap-475-pada-maret-2026-ini-faktor-utamanya
Ekonomi

Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global.

17 Mar 2026