BI Kerek Suku Bunga, Beban Kredit Masyarakat Terancam Naik

Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
BI Kerek Suku Bunga, Beban Kredit Masyarakat Terancam Naik
Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan BI, 2026

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Melansir data Bank Indonesia, pada Mei 2026 suku bunga acuan naik sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%, padahal sebelumnya cenderung mempertahankan suku bunga di level 4,75% sepanjang 2026. Dalam lima tahun terakhir, suku bunga acuan BI juga telah meningkat signifikan dari level 3,5% pada Mei 2022.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menilai kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi langkah pre-emptive guna menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap terkendali.

Meski demikian, kenaikan suku bunga acuan berpotensi mendorong kenaikan bunga kredit perbankan sehingga cicilan bulanan masyarakat menjadi lebih mahal, terutama untuk kredit rumah, apartemen, kendaraan, hingga produk elektronik. Kondisi tersebut dapat menekan penjualan barang bernilai besar di tengah daya beli masyarakat yang sedang melemah. 

Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan BI, 2026 - (Bank Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan BI, 2026 - (Bank Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Namun, kenaikan BI rate tidak langsung memengaruhi pinjaman dengan bunga tetap atau fixed rate, sementara pinjaman dengan bunga mengambang atau floating rate berpotensi mengalami kenaikan cicilan.

Di sisi lain, peningkatan suku bunga acuan juga membuat bunga deposito dan kredit perbankan ikut naik. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat menyimpan dana di perbankan karena bunga deposito menjadi lebih menarik. Akan tetapi, seiring dengan naiknya biaya pinjaman, masyarakat juga diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengajukan kredit baru ke bank.

Data Terkait

inflasi-april-2026-melambat-kebijakan-fiskal-moneter-dioptimalkan
Ekonomi

Inflasi April 2026 Melambat, Kebijakan Fiskal Moneter Dioptimalkan

Inflasi April 2026 turun menjadi 2,42% yoy seiring dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi nasional.

5 Mei 2026

jaga-stabilitas-bi-tahan-suku-bunga-475-selama-7-bulan
Ekonomi

Jaga Stabilitas, BI Tahan Suku Bunga 4,75% Selama 7 Bulan

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% pada Maret 2026, level yang sama sejak penurunan terakhir pada September 2025.

18 Mar 2026

suku-bunga-acuan-bi-tetap-475-pada-maret-2026-ini-faktor-utamanya
Ekonomi

Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global.

17 Mar 2026

rupiah-tertekan-di-awal-2026-bank-indonesia-ungkap-penyebabnya
Ekonomi

Rupiah Tertekan di Awal 2026, Bank Indonesia Ungkap Penyebabnya

Pelemahan rupiah dipicu spekulasi independensi BI, persepsi fiskal, kebutuhan valas korporasi, hingga kuatnya dolar AS akibat kebijakan global.

26 Jan 2026

bi-tahan-suku-bunga-di-475-pada-desember-2025
Ekonomi

BI Tahan Suku Bunga di 4,75% pada Desember 2025

BI Rate turun 100 bps sepanjang 2025 dari 5,75% pada Januari menjadi 4,75% pada Desember seiring kebijakan dovish The Fed.

19 Des 2025