Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan bahwa Presiden hanya mengusulkan satu nama tunggal untuk memimpin bank sentral tersebut, yakni Destry Damayanti.
Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI sejak ditunjuk pada Senin, 27 Juli 2026, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1963 ini memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman luas di bidang ekonomi dan perbankan.
Melansir laman resmi BI, Destry adalah lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia ini melanjutkan studinya hingga meraih gelar Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. Karier profesionalnya diawali sebagai Senior Economic Adviser di Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 2000–2003. Destry juga pernah membagikan ilmunya sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006.
Di dunia perbankan dan pasar modal, Destry dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011, lalu berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri hingga tahun 2015. Pengalamannya di institusi pemerintah dan lembaga keuangan semakin matang saat menjabat Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014–2015) serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (2015–2019).
Kiprahnya di bank sentral dimulai ketika melantik posisi Deputi Gubernur Senior BI untuk periode pertama (2019–2024). Berkat kinerjanya yang dinilai solid, ia kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama untuk periode kedua (2024–2029) sebelum akhirnya kini ditunjuk menjadi Pjs Gubernur BI dan diusulkan sebagai calon tunggal memimpin Bank Indonesia.