Dampak Pengunduran Diri Gubernur BI bagi Ekonomi hingga Pasar Keuangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:53 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Dampak Pengunduran Diri Gubernur BI bagi Ekonomi hingga Pasar Keuangan
Dampak Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo per Senin (27/7) berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengungkapkan, perubahan kepemimpinan BI dapat meningkatkan premi risiko, mendorong investor mengurangi aset rupiah, serta menaikkan permintaan terhadap dolar AS. 

Kondisi tersebut berisiko menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya impor dan harga barang konsumsi, dengan dampak yang lebih besar dirasakan rumah tangga miskin dan kelas menengah. Pada Senin (27/7), Investing mencatat rupiah melemah 0,44% menjadi Rp 18.005/US$, sebelum kembali terkoreksi ke Rp 18.071/US$ pada Selasa (28/7).

Dari sisi dunia usaha, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan yang bergantung pada impor bahan baku, barang modal, maupun pembayaran dalam valuta asing. Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, pelaku usaha kini mencermati pergerakan kurs karena perubahan nilai tukar berpotensi memengaruhi biaya perusahaan yang menjalankan aktivitas perdagangan internasional. 

Dampak Mundurnya Gubernur Bank Indonesia - (Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta  & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Dampak Mundurnya Gubernur Bank Indonesia - (Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Sementara itu, pasar obligasi diperkirakan menjadi instrumen yang cepat merespons perubahan sentimen sehingga dapat mendorong kenaikan yield SBN. Ketidakpastian arah kebijakan moneter juga berpotensi meningkatkan premi risiko dan yield obligasi meski BI Rate tidak berubah.

Dampaknya juga dapat menjalar ke APBN karena pemerintah membutuhkan pasar SBN yang stabil untuk membiayai defisit APBN dan memenuhi kewajiban utang jatuh tempo. Kenaikan yield SBN akibat ketidakpastian kebijakan moneter dapat mempersempit ruang fiskal dan berpotensi memengaruhi pembiayaan program sosial, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur yang pada akhirnya berdampak kepada masyarakat penerima layanan publik, terutama pembayar pajak. 

Tekanan juga berpotensi merambat ke pasar saham dan sektor perbankan. Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, sentimen tersebut dapat menekan pasar saham Indonesia, khususnya perbankan yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan stabilitas sistem keuangan. Pada Senin (27/8), Investing mencatat IHSG turun 0,17% ke level 6.185,78, kemudian kembali merosot 0,89% ke 6.130,59 pada Selasa (28/7). 

Pelemahan rupiah akibat ketidakpastian kepemimpinan juga berpotensi mendorong BI menaikkan suku bunga setelah mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, yang dapat meningkatkan biaya dana perbankan, memperlambat penurunan bunga kredit, serta menambah beban KPR, kredit kendaraan, dan pembiayaan usaha.

Di sisi lain, pengunduran diri Perry turut memunculkan spekulasi mengenai potensi pengaruh politik terhadap arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral. Pasar akan mencermati proses pemilihan gubernur BI berikutnya karena terdapat kekhawatiran meningkatnya risiko dominasi fiskal apabila kebijakan moneter lebih berpihak pada kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Data Terkait

bi-pertahankan-suku-bunga-acuan-di-level-575-pada-juli-2026
Ekonomi

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Juli 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

4 Agu 2026

daftar-pengunduran-diri-pejabat-tinggi-sektor-keuangan-sepanjang-2026
Politik

Daftar Pengunduran Diri Pejabat Tinggi Sektor Keuangan Sepanjang 2026

Pengunduran diri pejabat tinggi OJK, BEI, dan BI sepanjang 2026 terjadi di tengah dinamika pasar keuangan, tekanan publik, serta tuntutan penguatan tata kelola.

29 Jul 2026

langkah-menjaga-kepercayaan-investor-pasca-mundurnya-gubernur-bi
Politik

Langkah Menjaga Kepercayaan Investor Pasca Mundurnya Gubernur BI

Pengunduran diri Perry Warjiyo berisiko meningkatkan ketidakpastian pasar. Pemerintah dan BI didorong menjaga independensi, komunikasi, serta proses suksesi yang kredibel.

29 Jul 2026

rapor-nilai-tukar-rupiah-di-bawah-kepemimpinan-gubernur-bank-indonesia
Ekonomi

Rapor Nilai Tukar Rupiah di Bawah Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan dinamika yang berbeda pada setiap periode kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia. Depresiasi terdalam terjadi pada masa Soedradjad Djiwandono, ketika rupiah melemah 332,16% dari Rp2.071 per dolar AS pada Maret 1993 menjadi Rp8.950 per dolar AS pada Februari 1998 akibat krisis keuangan Asia.

29 Jul 2026

bursa-calon-gubernur-bank-indonesia-siapa-pengganti-perry-warjiyo
Ekonomi

Bursa Calon Gubernur Bank Indonesia, Siapa Pengganti Perry Warjiyo?

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) membuka proses pencarian pemimpin baru bank sentral. Sesuai ketentuan, Presiden akan mengusulkan calon Gubernur BI kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia.

29 Jul 2026

ini-aturan-hukum-gubernur-bi-yang-harus-diketahui
Hukum & Keamanan

Ini Aturan Hukum Gubernur BI yang Harus Diketahui

UU BI mengatur syarat, masa jabatan 5 tahun, dan pemberhentian Gubernur BI.

29 Jul 2026