Net Sell Asing Membayangi Bursa ASEAN, Indonesia Catat Outflow Jumbo

Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Net Sell Asing Membayangi Bursa ASEAN, Indonesia Catat Outflow Jumbo
Capital Inflow di Pasar Saham ASEAN, 2026

Bursa saham di kawasan ASEAN masih menghadapi tekanan arus keluar dana asing sepanjang Mei 2026. MBSB Research mengungkapkan, Malaysia mencatatkan net sell investor asing terdalam sebesar US$ 896,6 juta pada Mei 2026. Sementara itu, Vietnam dan Indonesia juga mengalami aksi jual bersih dalam jumlah besar, masing-masing sebesar US$ 712,4 juta dan US$ 216,9 juta pada periode yang sama.

Capital Inflow di Pasar Saham ASEAN, 2026 - (MBSB Research/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Capital Inflow di Pasar Saham ASEAN, 2026 - (MBSB Research/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Menurut pemaparan MBSB Research, Indonesia mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih selama 3 minggu berturut-turut dengan total arus keluar mencapai US$ 693,6 juta. Menurut MBSB Research, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian kebijakan setelah Presiden Prabowo mengumumkan rencana pengelolaan ekspor komoditas strategis secara terpusat melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Tekanan di pasar saham domestik juga tercermin dalam akumulasi arus dana asing sepanjang kuartal I-2026. MBSB Research mencatat, net sell investor asing di pasar saham Indonesia telah mencapai US$ 1,95 miliar, tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Di posisi berikutnya, Vietnam membukukan net sell sebesar US$ 1,16 miliar pada periode yang sama.

Hal tersebut terjadi di tengah penguatan kerja sama regional, termasuk kesepakatan Vietnam dan Thailand di bidang keamanan, pertahanan, teknologi, dan energi hijau.

Meski sejumlah negara ASEAN menghadapi tekanan arus keluar modal, kondisi di kawasan tidak sepenuhnya seragam. MBSB Research menilai, Malaysia, Filipina, dan Thailand justru berhasil mencatatkan net buy sepanjang kuartal I-2026. Malaysia bahkan menjadi pasar dengan net buy terbesar mencapai US$ 678 juta. 

Di sisi lain, MBSB Research mengungkapkan bahwa dari 8 pasar saham Asia yang dipantau, investor asing telah mengakhiri tren aksi jual bersih selama 2 pekan terakhir dengan total net inflow sebesar US$ 666,3 juta, meski sejumlah negara ASEAN masih mengalami arus keluar dana asing yang cukup besar. 

Data Terkait

ihsg-tertinggal-dari-bursa-utama-dunia
Ekonomi

IHSG Tertinggal dari Bursa Utama Dunia

Dalam periode 2 Maret–2 Juni 2026, pergerakan bursa saham global menunjukkan kinerja yang beragam. KOSPI mencatatkan kinerja luar biasa, yakni naik 40,96%. Sementara, IHSG terkoreksi 22,72%.

4 hari yang lalu

ihsg-di-berbagai-masa-pemerintahan-era-presiden-prabowo-turun-2072
Ekonomi

IHSG di Berbagai Masa Pemerintahan, Era Presiden Prabowo Turun 20,72%

IHSG turun hingga 20,72% di era Presiden Prabowo. Sementara, kinerja IHSG tumbuh paling signifikan di era kepemimpinan Presiden SBY, yaitu hingga 499,50%.

25 Mei 2026

tekanan-global-domestik-bayangi-kinerja-rupiah-dan-ihsg-di-era-prabowo
Ekonomi

Tekanan Global-Domestik Bayangi Kinerja Rupiah dan IHSG di Era Prabowo

Rupiah melemah 14,28% sejak awal pemerintahan Prabowo menjadi Rp 17.687 per US$. IHSG juga turun 20,72% akibat sentimen MSCI dan capital outflow.

23 Mei 2026

rebalancing-msci-risiko-outflow-mengintai-pasar-saham-indonesia
Ekonomi

Rebalancing MSCI, Risiko Outflow Mengintai Pasar Saham Indonesia

Rebalancing MSCI Mei 2026 memicu koreksi IHSG 1,98% ke 6.723,32. Meski demikian, terdapat risiko outflow yang kian membesar ke depannya.

16 Mei 2026

rebalancing-msci-tekan-ihsg-ini-daftar-emiten-yang-keluar
Ekonomi

Rebalancing MSCI Tekan IHSG, Ini Daftar Emiten yang Keluar

MSCI mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global Mei 2026. IHSG pun melemah 1,98% ke 6.723,32 di tengah sorotan likuiditas dan konsentrasi kepemilikan saham.

15 Mei 2026

ihsg-tertekan-usai-msci-tahan-rebalancing-saham-indonesia
Ekonomi

IHSG Tertekan Usai MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia

Pada 20 April 2026, MSCI mengumumkan masih mempertahankan pembatasan saham Indonesia dalam review indeks Mei 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada pergerakan saham dan sentimen pasar Indonesia.

23 Apr 2026