Bursa saham di kawasan ASEAN masih menghadapi tekanan arus keluar dana asing sepanjang Mei 2026. MBSB Research mengungkapkan, Malaysia mencatatkan net sell investor asing terdalam sebesar US$ 896,6 juta pada Mei 2026. Sementara itu, Vietnam dan Indonesia juga mengalami aksi jual bersih dalam jumlah besar, masing-masing sebesar US$ 712,4 juta dan US$ 216,9 juta pada periode yang sama.
Menurut pemaparan MBSB Research, Indonesia mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih selama 3 minggu berturut-turut dengan total arus keluar mencapai US$ 693,6 juta. Menurut MBSB Research, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian kebijakan setelah Presiden Prabowo mengumumkan rencana pengelolaan ekspor komoditas strategis secara terpusat melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Tekanan di pasar saham domestik juga tercermin dalam akumulasi arus dana asing sepanjang kuartal I-2026. MBSB Research mencatat, net sell investor asing di pasar saham Indonesia telah mencapai US$ 1,95 miliar, tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Di posisi berikutnya, Vietnam membukukan net sell sebesar US$ 1,16 miliar pada periode yang sama.
Hal tersebut terjadi di tengah penguatan kerja sama regional, termasuk kesepakatan Vietnam dan Thailand di bidang keamanan, pertahanan, teknologi, dan energi hijau.
Meski sejumlah negara ASEAN menghadapi tekanan arus keluar modal, kondisi di kawasan tidak sepenuhnya seragam. MBSB Research menilai, Malaysia, Filipina, dan Thailand justru berhasil mencatatkan net buy sepanjang kuartal I-2026. Malaysia bahkan menjadi pasar dengan net buy terbesar mencapai US$ 678 juta.
Di sisi lain, MBSB Research mengungkapkan bahwa dari 8 pasar saham Asia yang dipantau, investor asing telah mengakhiri tren aksi jual bersih selama 2 pekan terakhir dengan total net inflow sebesar US$ 666,3 juta, meski sejumlah negara ASEAN masih mengalami arus keluar dana asing yang cukup besar.