Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 5,91%, dari level 6.206,35 pada 25 Mei 2026 menjadi 5.839,79 pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya aksi jual di pasar saham domestik di tengah memburuknya sentimen global dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
Tekanan juga terjadi pada nilai tukar rupiah. Pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, rupiah menyentuh level Rp18.023 per dolar AS, melemah sekitar 1,37% dibandingkan posisi Rp17.780 per dolar AS pada 28 Mei 2026. Pelemahan ini menandai meningkatnya tekanan terhadap mata uang domestik seiring menguatnya dolar AS.
Koreksi tajam pada IHSG dan depresiasi rupiah terjadi di tengah meningkatnya gejolak global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang memperburuk prospek perekonomian dunia. Ketidakpastian tersebut mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang (emerging markets) dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman. Kondisi tersebut memicu arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik dan memberikan tekanan ganda terhadap pasar saham maupun nilai tukar rupiah.
Pergerakan IHSG menunjukkan tekanan yang semakin besar menjelang akhir periode pengamatan. Setelah sempat berada di level 6.195,43 pada 2 Juni 2026, indeks turun tajam menjadi 5.941,07 pada 3 Juni dan kembali melemah ke 5.839,79 pada 4 Juni 2026. Sementara itu, nilai tukar rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp17.835–Rp17.870 per dolar AS pada akhir Mei hingga awal Juni mulai mengalami pelemahan signifikan pada 3 Juni dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar keuangan domestik masih sangat sensitif terhadap dinamika global. Ke depan, stabilitas pasar akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan moneter global, serta kemampuan pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.