Rilis MSCI Market Classification Review pada 24 Juni 2026 dini hari kembali menekan IHSG. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi diturunkan dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market apabila reformasi pasar modal domestik belum menunjukkan kemajuan yang memadai hingga periode review berikutnya pada November 2026.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (24/6), IHSG ditutup turun 3,56% ke level 5.883,88 sehingga kembali berada di kisaran level 5.800. Pelemahan indeks turut menyeret sejumlah saham yang menjadi konstituen utama dalam indeks MSCI.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 9,55% menjadi Rp 1.515 per saham pada perdagangan Rabu (24/6). Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga melemah 8,22% ke level Rp 3.460 per saham.
Di sektor perbankan, Bursa Efek Indonesia mencatat saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masing-masing turun 3,64% dan 3,44% pada penutupan perdagangan hari yang sama.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memiliki bobot terbesar dalam indeks MSCI juga terkoreksi 3,27% ke level 5.925. Melansir data MSCI, bobot saham BBCA dalam indeks MSCI mencapai 24,26% pada Mei 2026. Adapun saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut merosot 3,21%.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mengalami pelemahan hingga 2% pada periode yang sama.