Rupiah Tertekan di Pasar Offshore, Dipicu Sentimen Global dan Domestik

Jumat, 29 Mei 2026 | 18:56 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Rupiah Tertekan di Pasar Offshore, Dipicu Sentimen Global dan Domestik
Pelemahan Rupiah di Pasar Offshore, 2026

Kurs rupiah di pasar offshore atau luar negeri terus mengalami tekanan dalam sebulan terakhir. Melansir data Trading Economics, pada Kamis (28/5) pukul 18.20 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 17.852 per dolar AS. Bahkan, sepanjang 2026, rupiah di pasar offshore telah melemah hingga 7,06%.

Pelemahan Rupiah di Pasar Offshore, 2026 - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Pelemahan Rupiah di Pasar Offshore, 2026 - (Bank Indonesia & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pelemahan rupiah dipicu tingginya permintaan dolar AS di dalam negeri. Permintaan tersebut berasal dari repatriasi dividen perusahaan, pembayaran utang luar negeri, hingga kebutuhan devisa untuk musim haji yang meningkatkan permintaan valuta asing.

Selain faktor domestik, Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rijadh Djatu Winardi menilai konflik geopolitik di Timur Tengah turut mendorong investor global memburu dolar AS sebagai aset aman atau safe haven

Kondisi tersebut menyebabkan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang berdampak pada pelemahan rupiah sepanjang 2026. Ia juga menyoroti kekhawatiran investor global terhadap kredibilitas fiskal serta arah kebijakan pemerintah yang memperbesar tekanan terhadap mata uang domestik.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi external imbalance domestik yang semakin melebar. Kondisi tersebut diperberat oleh melemahnya permintaan ekspor dari mitra dagang utama Indonesia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Data Terkait

praktik-independensi-bank-sentral-di-berbagai-negara
Hukum & Keamanan

Praktik Independensi Bank Sentral di Berbagai Negara

Independensi bank sentral menjadi sorotan seiring revisi UU P2SK. Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang memiliki pengaturan berbeda terkait peran pemerintah dalam kebijakan moneter.

30 Jun 2026

bi-rate-naik-ke-575-saat-the-fed-masih-tahan-suku-bunga
Ekonomi

BI Rate Naik ke 5,75% Saat The Fed Masih Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% pada Juni 2026 di saat The Fed cenderung menahan suku bunga di level 3,75% sepanjang 2026.

18 Jun 2026

bi-naikkan-suku-bunga-darurat-rupiah-menguat-rp-17900-per-dolar-as
Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Darurat, Rupiah Menguat Rp 17.900 per Dolar AS

Rupiah menguat 1,29% ke Rp 17.956 per dolar AS setelah BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,50% dan meluncurkan sejumlah kebijakan stabilisasi pasar.

9 Jun 2026

kunjungan-wisman-april-2026-melonjak-di-tengah-pelemahan-rupiah
Ekonomi

Kunjungan Wisman April 2026 Melonjak di Tengah Pelemahan Rupiah

Kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2026 mencatatkan lonjakan signifikan di tengah momentum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

9 Jun 2026

rupiah-tembus-rp-18056-per-dolar-as-tren-pelemahan-terjadi-di-asia
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.056 per Dolar AS, Tren Pelemahan Terjadi di Asia

Nilai tukar rupiah menembus Rp 18.056 per dolar AS pada 5 Juni 2026 atau terkoreksi 10,94% yoy, diikuti sejumlah negara Asia.

5 Jun 2026

ihsg-anjlok-591-dan-rupiah-tembus-rp18000-per-dolar-as-dalam-sepekan
Ekonomi

IHSG Anjlok 5,91% dan Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dalam Sepekan

Dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,91% ke level 5.839,79 pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Sementara, rupiah menyentuh level Rp18.023 per dolar AS, melemah sekitar 1,37% dalam sepekan terakhir.

4 Jun 2026