Pelemahan Rupiah Tingkatkan Risiko Beban Utang Luar Negeri RI

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pelemahan Rupiah Tingkatkan Risiko Beban Utang Luar Negeri RI
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Utang Luar Negeri Indonesia, 2026

Pelemahan nilai tukar rupiah turut memengaruhi beban pembayaran utang luar negeri Indonesia. Hingga Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.03 WIB, kurs rupiah tercatat sebesar Rp 17.702 per dolar AS atau terdepresiasi hingga 6,16% sepanjang 2026. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap kewajiban pembayaran utang luar negeri yang mayoritas masih didominasi valuta asing.

Melansir data Bank Indonesia, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Maret 2026 mencapai US$ 433,4 miliar atau naik 0,70% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. BI mengungkapkan, posisi ULN pemerintah pada triwulan I-2026 mencapai US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8% yoy. 

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Utang Luar Negeri Indonesia, 2026 - (Bank Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Utang Luar Negeri Indonesia, 2026 - (Bank Indonesia/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Menurut BI, perkembangan tersebut dipengaruhi aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sementara itu, ULN swasta justru menunjukkan tren penurunan. Data BI mencatat posisi ULN swasta pada triwulan I-2026 sebesar US$ 191,4 miliar, turun dibanding posisi triwulan IV-2025 sebesar US$ 194,2 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,8% yoy.

Kendati demikian, ekonom PT Bank Central Asia Tbk menilai pelemahan rupiah dalam jangka pendek tetap perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko ketidaksesuaian mata uang atau currency mismatch, mengingat penerimaan negara masih dominan dalam rupiah. 

Di sisi lain, CORE Indonesia menyebut utang valuta asing jangka panjang tetap harus dibayar dalam mata uang asing sehingga pelemahan rupiah otomatis meningkatkan beban pembayaran utang dalam rupiah. Lebih lanjut, jika ruang fiskal terserap lebih besar untuk pembayaran kewajiban utang, maka fleksibilitas pemerintah untuk membiayai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial dapat menjadi lebih terbatas.

Data Terkait

tekanan-global-domestik-bayangi-kinerja-rupiah-dan-ihsg-di-era-prabowo
Ekonomi

Tekanan Global-Domestik Bayangi Kinerja Rupiah dan IHSG di Era Prabowo

Rupiah melemah 14,28% sejak awal pemerintahan Prabowo menjadi Rp 17.687 per US$. IHSG juga turun 20,72% akibat sentimen MSCI dan capital outflow.

1 hari yang lalu

dolar-as-menguat-23-terhadap-rupiah-dalam-5-tahun-terakhir
Ekonomi

Dolar AS Menguat 23% Terhadap Rupiah dalam 5 Tahun Terakhir

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami tren pelemahan yang cukup signifikan sepanjang periode 2021 hingga 2026.

3 hari yang lalu

rupiah-melemah-terhadap-mata-uang-global-per-13-mei-2026
Ekonomi

Rupiah Melemah Terhadap Mata Uang Global per 13 Mei 2026

Nilai tukar Rupiah terpantau mengalami pelemahan signifikan terhadap mayoritas mata uang global dan regional pada transaksi 13 Mei 2026.

13 Mei 2026

rupiah-terpuruk-ke-rp-17500-tekanan-fiskal-dan-modal-asing-disorot
Ekonomi

Rupiah Terpuruk ke Rp 17.500, Tekanan Fiskal dan Modal Asing Disorot

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp 17.535 per dolar AS. Adapun tekanan fiskal dan capital outflow menjadi pemicu utama depresiasi rupiah.

13 Mei 2026

rupiah-melemah-ke-rp-17400-bebani-dunia-usaha-hingga-ruang-fiskal
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp 17.400 Bebani Dunia Usaha hingga Ruang Fiskal

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus Rp 17.406 per dolar AS. Kondisi ini menekan dunia usaha, konsumsi masyarakat, hingga ruang fiskal pemerintah.

11 Mei 2026

rupiah-bisa-tembus-rp-17-ribu-usai-lebaran-didorong-sentimen-ini
Ekonomi

Rupiah Bisa Tembus Rp 17 Ribu Usai Lebaran, Didorong Sentimen Ini

Rupiah diperkirakan di Rp16.990-Rp17.075 per dolar AS usai Lebaran, tertekan keluarnya arus modal asing hingga lonjakan harga energi.

24 Mar 2026