Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tren pelemahan yang cukup signifikan sepanjang periode 2021 hingga 2026. Berdasarkan data Investing, rupiah mencatatkan penurunan nilai atau terdepresiasi hingga mencapai 23% dalam kurun waktu 5 tahun tersebut akibat tekanan ekonomi global. Pada perdagangan per 21 Mei 2026 pukul 15.13 WIB, kurs dolar AS terpantau kokoh bertengger di level Rp17.659,00.
Pergerakan grafik selama 5 tahun ini memperlihatkan volatilitas yang dinamis dengan beberapa catatan lonjakan harian yang cukup mencolok. Lonjakan tertinggi secara harian terdeteksi pada 8 April 2025 ketika dolar AS melesat Rp305,00 atau menguat 1,84% ke level Rp16.860,00 dalam sehari perdagangan. Tren penguatan tajam harian lainnya juga tercatat pada 19 Desember 2024 dengan kenaikan Rp200,00 atau sebesar 1,24% menjadi Rp16.285,00, serta pada 7 Oktober 2024 yang meningkat Rp195,00 atau naik 1,26% menuju level Rp15.675,00.
Selain itu, dinamika fluktuasi kurs ini juga ditopang oleh momentum penguatan berkala pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, pada 6 Februari 2023, dolar AS sempat merangkak naik sebesar 1,07% atau setara Rp160,00 hingga menyentuh angka Rp15.050,00. Memasuki paruh kedua tahun berikutnya, tepatnya pada 9 September 2025, pergerakan naik kembali terjadi sebesar 1,05% atau senilai Rp171,00 yang membawa mata uang Negeri Paman Sam tersebut ke level Rp16.475,00 sebelum akhirnya konsisten menguat hingga pertengahan tahun 2026.