Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:39 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026
Sektor Informal Melejit di Tengah Badai PHK Awal Tahun 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai struktur ketenagakerjaan di Indonesia yang menunjukkan dominasi sektor informal yang masih kuat sepanjang periode 2022 hingga awal tahun 2026. Pada tahun 2022, proporsi tenaga kerja informal tercatat sebesar 59,91 %, sementara sektor formal menyerap 40,69 %. Tren ini relatif stabil pada tahun 2023 dengan sedikit pergeseran, di mana tenaga kerja formal naik tipis menjadi 40,89 % dan sektor informal turun menjadi 59,11 %. Memasuki periode 2024 hingga 2025, sektor formal sempat menguat hingga mencapai puncaknya di angka 42,20 %, sementara sektor informal berhasil ditekan ke titik terendah sebesar 57,70 % pada tahun 2025.

Namun, data terbaru dari BPS per Februari 2026 mengindikasikan adanya pembalikan arah di mana sektor formal merosot tajam ke angka 40,58 %, sedangkan penyerapan tenaga kerja informal kembali melonjak ke level 59,42 %. Pergeseran drastis ini berjalan beriringan dengan tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor formal pada awal tahun. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang periode Januari hingga April 2026, total tenaga kerja yang ter-PHK di seluruh Indonesia telah mencapai 15.425 orang. Gelombang efisiensi korporasi ini memuncak pada bulan Februari 2026 dengan mencatatkan angka PHK tertinggi, yaitu sebanyak 6.610 pekerja kehilangan mata pencahariannya hanya dalam waktu satu bulan.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, dampak badai pemutusan hubungan kerja ini paling nyata dirasakan di wilayah basis industri, dengan Provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas yang mencatat akumulasi korban PHK terbanyak mencapai 1.841 orang. Menyusul di belakangnya, Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan 1.581 orang ter-PHK, diikuti oleh Banten dengan 1.536 orang, Jawa Timur dengan 1.367 orang, dan Kalimantan Timur sebanyak 1.237 orang. Fenomena lonjakan pemutusan hubungan kerja di provinsi-provinsi besar ini secara langsung memaksa para pekerja yang kehilangan pendapatan utama mereka untuk beralih mencari ruang bertahan hidup di sektor informal, menegaskan peran sektor informal sebagai katup pengaman utama di tengah ketidakpastian ekonomi makro nasional.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya kenaikan signifikan pada pembayaran klaim manfaat per Maret 2026. Melansir Berita Satu (22/5), Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa fenomena ini memicu pembengkakan biaya, khususnya pada program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Ogi menjabarkan bahwa klaim JHT tumbuh Rp1,85 triliun atau melonjak 14,1% secara tahunan (year on year/yoy) akibat tingginya frekuensi PHK. Sementara itu, klaim JKP melesat hingga 91% yoy, yang dipicu oleh pelonggaran syarat klaim serta peningkatan manfaat jaminan berdasarkan regulasi terbaru dalam PP Nomor 6 Tahun 2025. 

Kondisi Tenaga Kerja Indonesia - (BPS & Kemenaker/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Kondisi Tenaga Kerja Indonesia - (BPS & Kemenaker/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

ancaman-phk-membayangi-jumlah-pekerja-indonesia-turun-di-awal-2026
Ekonomi

Ancaman PHK Membayangi, Jumlah Pekerja Indonesia Turun di Awal 2026

Sebanyak 23.470 pekerja telah di-PHK hingga Mei 2026. Adapun jumlah pekerja di Indonesia turun dalam setahun terakhir menjadi 68,21 juta pekerja di Februari 2026.

5 hari yang lalu

kalimantan-timur-catat-kasus-phk-tertinggi-di-indonesia-pada-mei-2026
Ekonomi

Kalimantan Timur Catat Kasus PHK Tertinggi di Indonesia pada Mei 2026

Data Kemnaker menyebut Provinsi Kalimantan Timur menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja ter-PHK tertinggi di RI, yakni mencapai 263 orang.

5 hari yang lalu

sektor-pertanian-masih-jadi-penyerap-tenaga-kerja-terbesar-di-indonesia
Ekonomi

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar di Indonesia

Sektor pertanian menyerap 42,49 juta pekerja atau 30,6% tenaga kerja nasional pada Februari 2026. Perdagangan dan industri pengolahan menyusul sebagai sektor terbesar.

5 hari yang lalu

badai-phk-global-2026-dipicu-otomatisasi-ai-dan-restrukturisasi
Ekonomi

Badai PHK Global 2026 Dipicu Otomatisasi AI dan Restrukturisasi

PHK bayangi pasar kerja global paruh awal 2026. Meski volume makro turun dibanding tahun lalu, adopsi masif AI & otomatisasi jadi motor utama hilangnya kerja.

5 hari yang lalu

rasio-penduduk-bekerja-meningkat-jadi-6726-di-awal-2026
Ekonomi

Rasio Penduduk Bekerja Meningkat Jadi 67,26% di Awal 2026

BPS mencatat rasio penduduk bekerja terhadap penduduk usia kerja mencapai 67,26% pada Februari 2026, mengindikasikan penyerapan tenaga kerja terus membaik.

6 hari yang lalu

pekerja-setengah-pengangguran-susut-jadi-727-di-awal-2026
Ekonomi

Pekerja Setengah Pengangguran Susut Jadi 7,27% di Awal 2026

BPS mencatat pekerja penuh waktu mencapai 66,77% pada Februari 2026. Sementara itu, porsi pekerja setengah pengangguran terus menurun dalam tiga tahun terakhir.

6 hari yang lalu