10 Sektor Melesat di Triwulan I-2026, Akomodasi Mamin Teratas

Rabu, 6 Mei 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
10 Sektor Melesat di Triwulan I-2026, Akomodasi Mamin Teratas
10 Lapangan kerja dengan Pertumbuhan Tertinggi, Triwulan I-2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61% yoy. Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 13,14% yoy. Menurut BPS, pertumbuhan sektor ini didorong oleh meningkatnya kinerja penyediaan makan minum seiring perluasan cakupan program MBG dan momentum libur nasional.

10 Lapangan kerja dengan Pertumbuhan Tertinggi, Triwulan I-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
10 Lapangan kerja dengan Pertumbuhan Tertinggi, Triwulan I-2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Selain itu, BPS mengungkapkan peningkatan permintaan makanan dan minuman selama Ramadan dan Idul Fitri turut menopang kinerja sektor tersebut. Faktor lain yang mendukung yakni kenaikan produksi beras serta meningkatnya permintaan ekspor CPO dan CPKO pada awal tahun 2026.

Di samping sektor tersebut, jasa lainnya serta transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan tinggi pada triwulan I-2026. Data BPS menunjukkan, jasa lainnya tumbuh sebesar 9,91% yoy sedangkan transportasi dan pergudangan naik 8,04% yoy. 

Pertumbuhan jasa lainnya dipicu peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara itu, transportasi dan pergudangan meningkat sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang tercermin dari kenaikan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi.

BPS juga mencatat, sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 6,26% yoy didorong peningkatan impor barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku. Aktivitas belanja masyarakat untuk konsumsi rumah tangga serta meningkatnya perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) turut menjadi katalis utama sektor ini. 

Di sisi lain, sektor konstruksi tumbuh 5,49% yoy seiring peningkatan aktivitas pembangunan yang didukung sektor swasta melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain itu, realisasi belanja modal pemerintah untuk konstruksi serta penyediaan bahan baku konstruksi juga meningkat.

Data Terkait

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

4 hari yang lalu

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

4 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nusantara-tembus-107-juta-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 107 Juta pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 107,19 juta perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nasional-naik-menjadi-766-ribu-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nasional Naik Menjadi 766 Ribu pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 766.780 ribu perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

ini-5-penyumbang-defisit-dagang-nonmigas-terbesar-di-semester-i-2026
Ekonomi

Ini 5 Penyumbang Defisit Dagang Nonmigas Terbesar di Semester I-2026

Mesin dan peralatan mekanis menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar, yaitu US$ 15,93 miliar disusul berbagai komoditas lainnya.

5 hari yang lalu

lemak-minyak-nabati-dominasi-surplus-dagang-di-semester-i-2026
Ekonomi

Lemak & Minyak Nabati Dominasi Surplus Dagang di Semester I-2026

Neraca perdagangan RI masih mencatat surplus pada semester I-2026 yang ditopang komoditas nonmigas lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$ 17,55 miliar.

5 hari yang lalu