Kenaikan Harga LPG Tekan Ekonomi, Ketergantungan 10 Provinsi di Atas 95%

Rabu, 22 April 2026 | 12:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Kenaikan Harga LPG Tekan Ekonomi, Ketergantungan 10 Provinsi di Atas 95%
10 Provinsi dengan Pengguna LPG Terbesar di Indonesia

Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai memberikan tekanan terhadap ekonomi rumah tangga. Menurut data Pertamina Patra Niaga (PPN) per 18 April 2026, harga LPG ukuran 12 kg dan 5,5 kg mengalami penyesuaian di sejumlah provinsi, dengan kenaikan berkisar antara Rp 17 ribu hingga Rp 36 ribu. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban pengeluaran masyarakat, terutama di tengah tingginya ketergantungan terhadap LPG sebagai sumber energi utama untuk memasak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penggunaan LPG untuk memasak di Indonesia mencapai 89,71% secara nasional. Angka ini menunjukkan dominasi LPG dalam konsumsi energi rumah tangga, sehingga setiap perubahan harga memiliki dampak luas terhadap daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi dari rata-rata nasional, bahkan melampaui 95%. BPS mencatat Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan persentase pengguna LPG tertinggi, yakni mencapai 98,58%. Disusul Sumatera Selatan (98,07%), DKI Jakarta (97,9%), Gorontalo (97,7%), dan Kalimantan Barat (97,65%).

10 Provinsi dengan Pengguna LPG Terbesar di Indonesia - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
10 Provinsi dengan Pengguna LPG Terbesar di Indonesia - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Selain itu, beberapa provinsi lain seperti Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Riau, Sulawesi Selatan, dan Aceh juga mencatatkan penggunaan LPG di atas 95%. Tingginya ketergantungan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga LPG berpotensi memberikan dampak signifikan secara nasional, sehingga diperlukan strategi diversifikasi energi untuk mengurangi tekanan ekonomi masyarakat.

Data Terkait

subsidi-energi-melonjak-sepanjang-2026-capai-rp-948-triliun
Ekonomi

Subsidi Energi Melonjak Sepanjang 2026, Capai Rp 94,8 Triliun

Pemerintah telah menggelontorkan subsidi energi sebesar Rp 94,8 triliun hingga Mei 2026. Lonjakan harga energi global menjadi faktor utama meningkatnya beban fiskal.

2 hari yang lalu

mengenal-karakteristik-dan-potensi-cng-sebagai-alternatif-energi
Hukum & Keamanan

Mengenal Karakteristik dan Potensi CNG Sebagai Alternatif Energi

Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah mengintensifkan kajian mendalam mengenai potensi penggunaan CNG.

10 Mei 2026

harga-komoditas-impor-naik-ini-deretan-barang-yang-ikut-melonjak
Ekonomi

Harga Komoditas Impor Naik, Ini Deretan Barang yang Ikut Melonjak

Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mendorong lonjakan harga barang impor yang berdampak terhadap harga BBM, LPG, hingga kedelai impor nasional.

28 Apr 2026

gencar-sosialisasi-papua-barat-catat-adopsi-kompor-listrik-tertinggi
Ekonomi

Gencar Sosialisasi, Papua Barat Catat Adopsi Kompor Listrik Tertinggi

Kompor listrik mampu menghemat impor LPG, namun penggunaannya masih minim. Papua Barat catat penggunaan tertinggi 4,03%, didorong sosialisasi dan edukasi.

21 Apr 2026

tren-pengguna-turun-transisi-kompor-listrik-perlu-dioptimalkan
Ekonomi

Tren Pengguna Turun, Transisi Kompor Listrik Perlu Dioptimalkan

Transisi kompor listrik didorong guna menekan impor LPG, namun dalam 5 tahun terakhir penggunaannya justru menurun sehingga perlu dioptimalkan.

20 Apr 2026

kompor-listrik-dinilai-mampu-atasi-impor-lpg-tapi-adopsi-masih-minim
Ekonomi

Kompor Listrik Dinilai Mampu Atasi Impor LPG, Tapi Adopsi Masih Minim

Kompor listrik dinilai bisa menekan ketergantungan LPG, tapi adopsinya baru 0,43% rumah tangga di Indonesia.

20 Apr 2026