Mengenal Karakteristik dan Potensi CNG Sebagai Alternatif Energi

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:27 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Mengenal Karakteristik dan Potensi CNG Sebagai Alternatif Energi
Mengenal Karakteristik dan Potensi CNG Sebagai Alternatif Energi

Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah mengintensifkan kajian mendalam mengenai potensi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) di tingkat domestik. Langkah pengalihan energi ini merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas alam yang melimpah di dalam negeri. Berdasarkan media monitoring Tim Riset DATASATU, fokus utama kebijakan ini adalah mewujudkan kemandirian energi nasional melalui substitusi sumber daya yang ketersediaannya lebih terjamin secara domestik.

Berdasarkan pengertian yang tertera pada Perpres Nomor 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas (BBG) untuk Transportasi Jalan, CNG atau Gas Alam Terkompresi didefinisikan sebagai bahan bakar gas yang berasal dari gas bumi yang telah dimampatkan dan disimpan pada bejana bertekanan tinggi, biasanya di atas 200 bar. 

Berbeda dengan LPG dan LNG yang disimpan dalam keadaan cair, CNG tetap dipertahankan dalam wujud gas selama proses penyimpanan dan transportasi. Komposisi utamanya didominasi oleh metana (C1) dengan kadar melebihi 95 persen, serta mengandung campuran hidrokarbon lain seperti etana, propana, dan butana dalam jumlah yang lebih kecil.

Pemanfaatan CNG saat ini telah mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi hingga kebutuhan rumah tangga. Di sektor transportasi, CNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor seperti bus dan truk karena emisi nitrogen oksida dan partikulatnya lebih rendah dibandingkan bensin atau solar. Sementara itu, sektor industri mengandalkan CNG karena faktor kebersihan, efisiensi, dan nilai ekonomisnya. Untuk skala rumah tangga, penggunaan CNG diproyeksikan memberikan keuntungan ekonomi serta dampak lingkungan yang lebih positif bagi masyarakat luas.

Serba- Serbi CNG - (Perpres 64/2012 & PGN LNG Indonesia/desain by/DATASATU)
Serba- Serbi CNG - (Perpres 64/2012 & PGN LNG Indonesia/desain by/DATASATU)

Data Terkait

harga-komoditas-impor-naik-ini-deretan-barang-yang-ikut-melonjak
Ekonomi

Harga Komoditas Impor Naik, Ini Deretan Barang yang Ikut Melonjak

Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mendorong lonjakan harga barang impor yang berdampak terhadap harga BBM, LPG, hingga kedelai impor nasional.

28 Apr 2026

kenaikan-harga-lpg-tekan-ekonomi-ketergantungan-10-provinsi-di-atas-95
Ekonomi

Kenaikan Harga LPG Tekan Ekonomi, Ketergantungan 10 Provinsi di Atas 95%

Kenaikan harga LPG menekan ekonomi rumah tangga, di tengah ketergantungan tinggi di 10 provinsi yang melampaui 95%. Kalimantan Timur catat pengguna tertinggi.

22 Apr 2026

gencar-sosialisasi-papua-barat-catat-adopsi-kompor-listrik-tertinggi
Ekonomi

Gencar Sosialisasi, Papua Barat Catat Adopsi Kompor Listrik Tertinggi

Kompor listrik mampu menghemat impor LPG, namun penggunaannya masih minim. Papua Barat catat penggunaan tertinggi 4,03%, didorong sosialisasi dan edukasi.

21 Apr 2026

tren-pengguna-turun-transisi-kompor-listrik-perlu-dioptimalkan
Ekonomi

Tren Pengguna Turun, Transisi Kompor Listrik Perlu Dioptimalkan

Transisi kompor listrik didorong guna menekan impor LPG, namun dalam 5 tahun terakhir penggunaannya justru menurun sehingga perlu dioptimalkan.

20 Apr 2026

kompor-listrik-dinilai-mampu-atasi-impor-lpg-tapi-adopsi-masih-minim
Ekonomi

Kompor Listrik Dinilai Mampu Atasi Impor LPG, Tapi Adopsi Masih Minim

Kompor listrik dinilai bisa menekan ketergantungan LPG, tapi adopsinya baru 0,43% rumah tangga di Indonesia.

20 Apr 2026