Lonjakan Harga Minyak Tekan APBN Indonesia, Defisit Berisiko Lewati 3%

Kamis, 19 Maret 2026 | 11:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Lonjakan Harga Minyak Tekan APBN Indonesia, Defisit Berisiko Lewati 3%
Lonjakan harga minyak hingga US$ 103,32/barel berpotensi mendorong defisit APBN melewati 3% PDB. Setiap kenaikan US$ 1 menambah defisit hingga Rp 6,8 triliun.

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berkepanjangan mendorong risiko penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 25% perdagangan minyak dunia. Gangguan ini memicu lonjakan harga energi global, terutama minyak mentah, yang berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, termasuk tekanan pada fiskal dan inflasi.

Berdasarkan data Investing, pada Rabu (18/3) pukul 17.19 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat mencapai US$ 103,32/barel atau meningkat 42,55% sejak serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Kenaikan ini jauh melampaui asumsi APBN 2026 yang menetapkan harga minyak sebesar US$ 70/barel dengan target defisit sebesar 2,68% terhadap PDB.

Lonjakan harga minyak tersebut berpotensi memperlebar defisit anggaran hingga melampaui batas 3% PDB. Simulasi LPEM FEB UI menunjukkan bahwa jika harga minyak mencapai US$ 82/barel, defisit dapat menyentuh 3% PDB, sementara pada level US$ 90/barel defisit berpotensi meningkat menjadi 3,20%. Bahkan dalam skenario ekstrem seperti lonjakan saat perang Rusia-Ukraina, defisit dapat melebar hingga 3,35% terhadap PDB.

Lonjakan harga minyak hingga US$ 103,32/barel berpotensi mendorong defisit APBN melewati 3% PDB. Setiap kenaikan US$ 1 menambah defisit hingga Rp 6,8 triliun. - (LPEM FEB UI/Diproduksi Gemini AI)
Lonjakan harga minyak hingga US$ 103,32/barel berpotensi mendorong defisit APBN melewati 3% PDB. Setiap kenaikan US$ 1 menambah defisit hingga Rp 6,8 triliun. - (LPEM FEB UI/Diproduksi Gemini AI)

Tekanan ini terjadi karena kenaikan harga minyak mendorong belanja negara lebih cepat dibandingkan peningkatan penerimaan. Setiap kenaikan US$ 1 harga minyak berpotensi menambah belanja negara sebesar Rp 10,3 triliun, sementara penerimaan hanya meningkat Rp 3,5 triliun, sehingga defisit bertambah Rp 6,8 triliun. Jika kondisi ini berlangsung tanpa penyesuaian kebijakan, defisit APBN berisiko menembus batas yang ditetapkan.

Kenaikan defisit juga berpotensi memperberat beban masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah akibat meningkatnya biaya hidup. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, LPEM FEB UI merekomendasikan penyesuaian belanja non produktif, pengalihan ke program prioritas, serta penyesuaian harga BBM bersubsidi secara terukur. 

Selain itu, pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran, menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter, serta mempercepat diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak juga dapat dilakukan guna menjaga resiliensi ekonomi nasional ke depannya.

Data Terkait

pemerintah-dorong-transisi-energi-kesiapan-tingkat-provinsi-masih-sedang
Ekonomi

Pemerintah Dorong Transisi Energi, Kesiapan Tingkat Provinsi Masih Sedang

Transisi energi RI dipercepat di tengah risiko krisis global, namun kesiapan di berbagai provinsi masih relatif sedang hingga rendah.

1 hari yang lalu

konflik-iran-as-angkat-saham-energi-dan-emas-bagaimana-kinerjanya-kini
Ekonomi

Konflik Iran-AS Angkat Saham Energi dan Emas, Bagaimana Kinerjanya Kini?

Saham energi dan emas sempat naik usai konflik Iran-AS, namun terkoreksi seiring IHSG turun 11,48% dan risiko defisit fiskal di atas 3%.

4 hari yang lalu

sektor-pendidikan-iran-lumpuh-akibat-serangan-udara-amerika-serikat
Internasional

Sektor Pendidikan Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara Amerika Serikat

Dunia pendidikan di Iran mengalami kehancuran masif menyusul rangkaian serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari 2026.

5 hari yang lalu

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

5 hari yang lalu

percepat-transisi-energi-bauran-ebt-nasional-capai-1575-di-2025
Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Bauran EBT Nasional Capai 15,75% di 2025

Konflik Iran-AS menyebabkan harga minyak mentah melambung dan mendorong krisis energi. Indonesia kemudian mempercepat transisi energi, adapun bauran EBT telah mencapai 15,75% pada 2025.

28 Mar 2026

di-tengah-krisis-energi-global-ri-punya-potensi-ebt-hingga-3600-gw
Ekonomi

Di Tengah Krisis Energi Global, RI Punya Potensi EBT Hingga 3.600 GW

Konflik Iran-AS picu lonjakan harga minyak hingga US$ 100/barel. RI percepat transisi EBT dengan potensi energi besar, terutama surya yang mencapai 3.315 GW.

27 Mar 2026