OJK Genjot Reformasi Pasar Modal Pro Investor Ritel

Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:00 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
OJK Genjot Reformasi Pasar Modal Pro Investor Ritel
OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan reformasi pasar modal secara menyeluruh untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor, terutama bagi ritel. Salah satu kebijakan utama ialah peningkatan batas minimum free float saham publik dari 7,5% menjadi 15%. 

OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel.
 - (OJK/Karen Agatha)
OJK meluncurkan reformasi pasar modal mulai dari kenaikan free float, penegakan hukum, hingga perluasan alokasi ritel demi pasar yang likuid dan kredibel. - (OJK/Karen Agatha)

Penyesuaian ini diharapkan memperbesar saham yang beredar di pasar, mendorong aktivitas perdagangan, serta mengurangi risiko saham tidak likuid. Dengan porsi kepemilikan publik yang lebih besar, pergerakan harga diharapkan lebih efisien dan mencerminkan kondisi pasar secara wajar.

Selain itu, OJK memperkuat penegakan peraturan dan sanksi di pasar modal. Fokus pengawasan diarahkan pada praktik manipulasi transaksi serta penyebaran informasi menyesatkan yang berpotensi merugikan investor ritel. Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pengawasan dan penyelidikan terhadap praktik goreng-menggoreng saham akan segera dilakukan.

Reformasi juga menyentuh aspek penjatahan saham bagi investor ritel. Melalui SEOJK terbaru, porsi alokasi ritel dalam penjatahan terpusat dinaikkan dari sepertiga menjadi setengah dari total efek yang ditawarkan. Struktur penawaran diubah dari empat menjadi lima golongan, termasuk penyesuaian segmen efek hingga Rp250 miliar agar penawaran kecil tetap memperoleh alokasi lebih besar. Selain itu, rentang minimum alokasi saat oversubscribe dinaikkan, sehingga peluang ritel mendapatkan saham menjadi lebih optimal.

Data Terkait

sektor-perdagangan-serap-pembiayaan-syariah-terbesar
Ekonomi

Sektor Perdagangan Serap Pembiayaan Syariah Terbesar

Sektor perdagangan menyerap pembiayaan syariah terbesar per Juni 2025 sebesar Rp 57,59 triliun atau 8,91% dari total pembiayaan.

21 Feb 2026

dari-msci-hingga-moodys-tekanan-eksternal-goyang-pasar-saham-ri
Ekonomi

Dari MSCI hingga Moody’s, Tekanan Eksternal Goyang Pasar Saham RI

Serangkaian rating negatif dari MSCI, Goldman Sachs, UBS, dan Moody’s memicu gejolak IHSG hingga trading halt dan pelemahan tajam.

12 Feb 2026

msci-umumkan-rebalancing-indeks-maret-2026-ini-hasilnya
Ekonomi

MSCI Umumkan Rebalancing Indeks Maret 2026, Ini Hasilnya

MSCI umumkan rebalancing indeks. INDF keluar dari Global Standard Index dan turun ke Small Cap, efektif 2 Maret 2026.

12 Feb 2026

moodys-turunkan-outlook-19-emiten-ri-jadi-negatif-ini-daftarnya
Ekonomi

Moody’s Turunkan Outlook 19 Emiten RI Jadi Negatif, Ini Daftarnya

Moody’s merevisi outlook 19 perusahaan Indonesia menjadi negatif usai outlook utang RI dipangkas. Sektor perbankan, BUMN, hingga korporasi terdampak.

12 Feb 2026

akan-temui-msci-bei-bawa-3-agenda-ke-msci
Ekonomi

Akan Temui MSCI, BEI Bawa 3 Agenda ke MSCI

BEI akan bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas percepatan reformasi pasar modal, dengan fokus transparansi, klasifikasi investor, dan free float.

10 Feb 2026

moodys-tahan-rating-kredit-ri-di-baa2-bagaimana-penilaian-lain
Ekonomi

Moody’s Tahan Rating Kredit RI di Baa2, Bagaimana Penilaian Lain?

Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2, namun menurunkan outlook ke negatif seiring pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya risiko ekonomi ke depan.

9 Feb 2026