Israel bersama AS melancarkan serangan udara ke sejumlah kota utama Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian diikuti pengumuman meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada 1 Maret 2026.
Ketegangan geopolitik ini langsung berdampak ke pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Pada Senin (2/3), IHSG terkoreksi 2,66% ke level 8.016,83, mencerminkan kepanikan investor terhadap potensi krisis energi dan ketidakstabilan regional.
Meski IHSG melemah, saham sektor energi justru menunjukkan reli signifikan. Di sektor minyak bumi dan gas (migas), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memimpin kenaikan 25% menjadi Rp 2.200/saham, diikuti PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 17,65% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 15,65%.
Saham batu bara juga mencatatkan penguatan, dipimpin PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 15,53% menjadi Rp 4.240/saham. Di sektor emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin kenaikan 5,98% ke Rp 4.610/saham, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 5,07%. Lonjakan ini menunjukkan investor beralih ke komoditas energi dan logam sebagai safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.