Kinerja pasar saham Indonesia sepanjang 2025 diwarnai gejolak tajam sejak awal tahun. Pada kuartal pertama, tekanan kuat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke zona merah hingga memicu pembekuan sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Maret 2025.
Pada periode tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG anjlok hingga 5,03% menjelang akhir sesi pertama perdagangan. Tekanan kembali muncul pada 8 April 2025, ketika indeks langsung ambles 9,19% saat pembukaan seiring sentimen negatif kebijakan tarif impor Amerika Serikat, yang kembali memaksa otoritas menghentikan perdagangan sementara.
Memasuki paruh kedua 2025, arah pergerakan pasar mulai berubah. IHSG perlahan bangkit dari tekanan dan menunjukkan reli yang konsisten, bahkan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun ini.
Penguatan tersebut mengantarkan IHSG menutup perdagangan terakhir 2025 dengan kenaikan tipis 0,03% ke level 8.646,94 pada Selasa (30/12/2025). Sepanjang tahun, IHSG telah melesat 22,13%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.871 triliun.