Bisa Picu Kecanduan, Media Sosial bagi Anak Perlu Diwaspadai

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:00 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Bisa Picu Kecanduan, Media Sosial bagi Anak Perlu Diwaspadai
Media sosial memberi manfaat bagi anak untuk berinteraksi dan memperoleh informasi, tetapi juga berisiko menyebabkan kecanduan, gangguan mental, hingga paparan konten berbahaya.

Penggunaan media sosial memiliki berbagai dampak positif sekaligus risiko bagi anak dan remaja. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana untuk terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama, serta memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri dan mengakses berbagai informasi. Kehadiran komunitas daring juga dapat memberikan dukungan sosial dari teman sebaya, yang membantu mengurangi stres, terutama bagi remaja yang merasa terpinggirkan di lingkungan sekitarnya.

Namun di sisi lain, penggunaan media sosial juga membawa sejumlah dampak negatif. Anak berisiko mengalami kecanduan penggunaan media sosial, sehingga sulit mengontrol waktu penggunaan dan mengabaikan aktivitas penting seperti belajar, berinteraksi dengan keluarga, maupun kegiatan fisik. Penggunaan berlebihan juga dapat mengurangi waktu tidur, memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, serta berdampak pada penurunan prestasi akademik.

Selain itu, paparan media sosial yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan stres. Fenomena perbandingan sosial dan citra tubuh di media sosial juga dapat menurunkan rasa percaya diri anak. Risiko lain yang sering muncul adalah perundungan daring (cyberbullying) serta meningkatnya sensitivitas emosional akibat interaksi di ruang digital.

Dalam kasus yang lebih serius, anak juga dapat terpapar konten kekerasan, ideologi ekstrem, maupun perilaku menyimpang dari informasi yang beredar di internet. Beberapa kasus menunjukkan anak terlibat dalam aktivitas berbahaya setelah terpapar konten digital, termasuk merakit bahan berbahaya dari referensi online atau terpengaruh komunitas daring yang memuat konten kekerasan.

Oleh karena itu, pengawasan orang tua, literasi digital, serta kebijakan perlindungan anak di ruang digital menjadi penting untuk memastikan media sosial dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengabaikan risiko yang mungkin muncul bagi perkembangan anak.

Media sosial memberi manfaat bagi anak untuk berinteraksi dan memperoleh informasi, tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan mental, hingga paparan konten berbahaya. - (Berbagai sumber/Yelinka Maresa Sianturi)
Media sosial memberi manfaat bagi anak untuk berinteraksi dan memperoleh informasi, tetapi juga berisiko menimbulkan gangguan mental, hingga paparan konten berbahaya. - (Berbagai sumber/Yelinka Maresa Sianturi)

Data Terbaru

danantara-garap-proyek-hilirisasi-di-tengah-pembentukan-pt-dsi
Ekonomi

Danantara Garap Proyek Hilirisasi di Tengah Pembentukan PT DSI

Danantara membentuk PT DSI sebagai eksportir tunggal SDA untuk menekan kebocoran devisa, sebelumnya Danantara telah menggarap berbagai proyek hilirisasi dan energi bernilai miliaran dolar.

1 hari yang lalu

rupiah-tertekan-di-pasar-offshore-dipicu-sentimen-global-dan-domestik
Ekonomi

Rupiah Tertekan di Pasar Offshore, Dipicu Sentimen Global dan Domestik

Rupiah di pasar offshore melemah hingga Rp 17.852 per dolar AS dan terdepresiasi 7,06% sepanjang 2026 akibat sentimen global serta tekanan domestik.

1 hari yang lalu

kuota-snbt-mencapai-286-ribu-kursi-dengan-upi-penampung-terbanyak
Pendidikan

Kuota SNBT Mencapai 286 Ribu Kursi dengan UPI Penampung Terbanyak

Total kuota SNBT: 286.864 kursi. UPI terbesar dengan 16.636 kursi di 106 prodi.

2 hari yang lalu

ini-prodi-paling-ketat-dan-sepi-di-snbt-2026
Pendidikan

Ini Prodi Paling Ketat dan Sepi di SNBT 2026

Panitia SNPMB merilis peta persaingan jalur SNBT, yang memperlihatkan dominasi perguruan tinggi besar & pergeseran minat yang signifikan pada jenjang vokasi.

2 hari yang lalu

hanya-29-persen-peserta-lulus-seleksi-jalur-snbt-tahun-2026
Pendidikan

Hanya 29 Persen Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT Tahun 2026

Panitia SNPMB resmi mengumumkan hasil SNBT 2026. Dari 871.496 orang pendaftar, hanya 256.369 peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

2 hari yang lalu

distribusi-daging-kurban-masih-timpang-di-berbagai-wilayah-indonesia
Sosial Budaya

Distribusi Daging Kurban Masih Timpang di Berbagai Wilayah Indonesia

Indonesia mencatatkan ketimpangan distribusi daging kurban. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 343 wilayah memiliki tingkat distribusi di bawah 80%.

2 hari yang lalu