Laporan APJII mengenai Profil Internet Indonesia 2026 menunjukkan perubahan signifikan dalam peta penetrasi pengguna pinjaman online (pinjol) di tanah air, baik dari segi demografi generasi maupun tingkat pendapatan. Fenomena ini mencerminkan dinamika adaptasi finansial digital yang terus bergeser di tengah masyarakat.
Berdasarkan kelompok usia, generasi Millennial (29-44 tahun) memimpin sebagai pengguna pinjol terbesar yang porsinya naik tipis dari 45,2% pada 2025 menjadi 45,6% pada 2026. Kontras dengan sang kakak, Gen Z (13-28 tahun) justru mencatatkan penurunan penetrasi yang cukup dalam, dari 41,5% ke angka 35,7%. Sementara itu, generasi yang lebih tua seperti Gen X (45-60 tahun) mulai melirik platform ini dengan kenaikan dari 11,8% menjadi 16,7%, disusul Baby Boomers (61-79 tahun) yang naik tipis ke angka 2%. Kelompok Pre Boomers (80+ tahun) tetap bertahan di angka 0%.
Perubahan paling mencolok terlihat pada kategori tingkat pendapatan pengguna. Kelompok masyarakat dengan penghasilan Rp 2.500.001 hingga Rp 5.000.000 mengalami lonjakan penetrasi pinjol yang sangat signifikan, meroket dari 16,9% di tahun 2025 menjadi 53,5% pada 2026. Kenaikan juga terjadi pada masyarakat berpenghasilan Rp 1.000.001 sampai Rp 2.500.000 yang tumbuh menjadi 24,7%.
Sebaliknya, tren penurunan penggunaan pinjol terjadi pada hampir seluruh kelompok pendapatan lainnya. Penurunan drastis terlihat pada masyarakat berpenghasilan kelas menengah ke atas, seperti kelompok Rp 10.000.001 hingga Rp 15.000.000 yang merosot dari 12,2% menjadi hanya 0,7%. Masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 1.000.000 juga mengurangi penggunaan pinjol dari 13,6% menjadi 5,3 % pada tahun ini.