Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat ketimpangan signifikan dalam tingkat partisipasi aktif berolahraga antardaerah di Indonesia. Berdasarkan data Laporan Kinerja Kemenpora 2025, Provinsi Papua menempati posisi puncak dengan tingkat partisipasi mencapai 13,40%. Tren positif ini diikuti oleh Kalimantan Utara di peringkat kedua sebesar 12,87%, serta Kepulauan Riau yang mengamankan posisi ketiga dengan 12,68%.
Sejumlah wilayah urban dengan kepadatan tinggi juga menunjukkan kesadaran berolahraga yang melampaui rata-rata nasional sebesar 9,06 persen. DI Yogyakarta mencatatkan angka partisipasi warga sebesar 12,50% dan DKI Jakarta menyusul tipis dengan perolehan 12,42%. Sebaliknya, wilayah Papua Pegunungan berada di posisi terendah dengan tingkat partisipasi warga yang hanya menyentuh angka 2,81%, disusul oleh Papua Selatan dengan 4,96%.
Ketimpangan partisipasi antardaerah ini direspons pemerintah dengan mendorong Program Penguatan Olahraga Masyarakat Berbasis Massal. Langkah strategis ini mengedepankan keterlibatan publik dalam skala besar guna menumbuhkan budaya aktif bergerak di seluruh lapisan masyarakat. Realisasinya terbukti efektif melalui program Kampanye Olahraga Masyarakat yang sukses menjaring keterlibatan 12.960 orang di sepanjang tahun, jauh melampaui target awal kementerian yang ditetapkan sebesar 10.500 partisipan.
Sebagai upaya mempertahankan antusiasme warga, Kemenpora menggiatkan diversifikasi aktivitas fisik dengan mengombinasikan pelestarian budaya dan agenda internasional. Salah satu program yang dihadirkan adalah Festival Olahraga Tradisional yang bertujuan menghidupkan kembali budaya gerak lokal asli daerah.