Enam Negara Ini Jerat Pidana Pelaku Keracunan Makanan di Lingkungan Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

V
Penulis: Vebriansyah Pratama Putra | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Enam Negara Ini Jerat Pidana Pelaku Keracunan Makanan di Lingkungan Pendidikan
Enam Negara Ini Jerat Pidana Pelaku Keracunan Makanan di Lingkungan Pendidikan

Kasus keracunan dalam program penyediaan makanan sekolah tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan pernah melanda sejumlah negara. Banyak negara merespons insiden serupa dengan langkah penegakan hukum pidana yang tegas. Mulai dari pengelola sekolah, pejabat pengawas, pemasok bahan pangan, hingga juru masak dijatuhi vonis kurungan penjara.

Di Amerika Serikat pada 2002, sebanyak 157 siswa Laraway Elementary School di Illinois jatuh sakit usai menyantap olahan ayam yang terkontaminasi amonia. Dua pejabat Departemen Pendidikan Illinois yang mengawasi program makan siang sekolah, Katherine Keylor dan Mark Haller, didakwa atas tuduhan kelalaian berat. Keduanya terbukti telah mengetahui adanya kebocoran di gudang penyimpanan setahun sebelumnya dan memahami bahwa pasokan ayam tersebut berbahaya, namun tetap membiarkan distribusinya berjalan.

Tragedi serupa melanda Inggris pada 2005 saat seorang pengusaha daging di Bridgend, William Tudor, dinyatakan bersalah atas enam dakwaan terkait distribusi daging yang terkontaminasi bakteri E. coli. Insiden ini berdampak pada 44 sekolah, menewaskan seorang anak laki-laki, dan menyebabkan 157 siswa lainnya jatuh sakit. Atas kelalaian fatal tersebut, pengadilan menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada William Tudor.

Di Mesir pada 2013, Pengadilan Kairo memvonis dua pengurus Universitas Al-Azhar dengan hukuman masing-masing lima tahun penjara atas keracunan massal yang menimpa ratusan mahasiswa. Keduanya merupakan Direktur Asrama Kampus Mahmoud Ahmed Ibrahim serta Kepala Departemen Gizi Dapur Ali Mahmoud Abdel Hafez. Dalam persidangan yang sama, delapan juru masak kampus juga dijatuhi hukuman kurungan masing-masing selama satu bulan.

Masih pada tahun yang sama, tragedi keracunan makanan sekolah paling mematikan terjadi di Bihar, India. Dari 80 siswa Sekolah Dasar Dharmasati Gandaman yang terdampak makanan beracun, sebanyak 23 anak di antaranya meninggal dunia. Pihak pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada sang kepala sekolah, Meena Devi, atas dakwaan kelalaian yang menghilangkan nyawa.

Berdasarkan hasil pemantauan media oleh tim DATASATU, negeri Gingseng Korea Selatan juga menghadapi kasus serius pada 2020, ketika 97 anak dan keluarga tertular bakteri E. coli di sebuah TK swasta di Ansan. Hal tersebut memicu komplikasi sindrom uremik hemolitik (HUS) atau kerusakan ginjal pada sebagian korban. Pengadilan tingkat pertama sempat mengganjar kepala sekolah dengan hukuman lima tahun penjara dan denda 10 juta won, serta memvonis ahli gizi dua tahun penjara dan juru masak 2,5 tahun penjara. Pada tingkat banding, masa kurungan kepala sekolah dipangkas menjadi empat tahun penjara, sedangkan vonis ahli gizi dan juru masak masing-masing diringankan menjadi 1,5 tahun dan dua tahun penjara. Tiga pihak lainnya, termasuk guru dan distributor bahan makanan, dikenai sanksi denda 4,3 juta hingga 10 juta won akibat pemalsuan bukti.

Kasus bermotif pidana paling berat terungkap di Tiongkok pada 2025, saat 247 siswa taman kanak-kanak terdeteksi memiliki kadar timbal sangat tinggi dalam darah akibat makanan yang sengaja dicampur cat berbahaya. Penanggung jawab TK, Li Huifang, dijatuhi vonis penjara seumur hidup, pencabutan hak politik permanen, serta penyitaan aset pribadi senilai 500.000 yuan (sekitar Rp1,3 miliar). Kepala sekolah bermarga Zhu diganjar 15 tahun penjara dan denda 300.000 yuan (sekitar Rp809 juta) karena terbukti bersama Li mendalangi pencampuran bahan beracun tersebut. Selain kedua pimpinan institusi, empat pekerja dapur yang turut terlibat divonis hukuman penjara antara 6 hingga 8 tahun.

Deretan negara yang memberikan hukuman penjara kepada para pelaku keracunan makanan di sekolah - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Deretan negara yang memberikan hukuman penjara kepada para pelaku keracunan makanan di sekolah - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

dua-tahun-berjalan-mbg-dinilai-belum-optimal-rangkul-umkm
Ekonomi

Dua Tahun Berjalan, MBG Dinilai Belum Optimal Rangkul UMKM

Kajian INDEF menilai MBG belum berdampak signifikan bagi UMKM. Mayoritas usaha stagnan, sementara keterlibatan dalam kemitraan program masih terbatas.

1 hari yang lalu

deretan-kasus-keracunan-mbg-di-daerah-ratusan-korban-terdampak
Sosial Budaya

Deretan Kasus Keracunan MBG di Daerah, Ratusan Korban Terdampak

Sepanjang Juli hingga Oktober 2026, rentetan dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.

4 hari yang lalu

mayoritas-publik-minta-mbg-dihentikan-dan-ragukan-koperasi-merah-putih
Politik

Mayoritas Publik Minta MBG Dihentikan dan Ragukan Koperasi Merah Putih

Riset terbaru menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap MBG dan KDMP.

14 Okt 2026

survei-median-sebut-mbg-jadi-program-terfavorit-namun-butuh-evaluasi
Sosial Budaya

Survei Median Sebut MBG Jadi Program Terfavorit, Namun Butuh Evaluasi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati urutan teratas sebagai program pemerintah yang paling disukai masyarakat.

2 Sep 2026

jelang-2-tahun-kinerja-kabinet-merah-putih-ini-upaya-evaluasi-pemerintah
Ekonomi

Jelang 2 Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih, Ini Upaya Evaluasi Pemerintah

Pemerintah melakukan sejumlah evaluasi birokrasi, pelaksanaan MBG, korupsi, hingga tantangan fiskal sejumlah daerah.

11 Agu 2026

aturan-baru-bgn-untuk-keamanan-makan-bergizi-gratis
Hukum & Keamanan

Aturan Baru BGN untuk Keamanan Makan Bergizi Gratis

BGN memperketat tata kelola dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di sekolah.

10 Agu 2026