Arus Migrasi ke Jakarta Menyusut, Pendatang Baru Diproyeksi 10–12 Ribu Jiwa pada 2026

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:12 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Arus Migrasi ke Jakarta Menyusut, Pendatang Baru Diproyeksi 10–12 Ribu Jiwa pada 2026
Pada 2026, jumlah pendatang baru ke Jakarta diperkirakan mencapai 10–12 ribu jiwa. Meski demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Migrasi ke Jakarta menunjukkan tren fluktuatif yang berujung pada penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta, jumlah pendatang baru sempat merangkak naik dari 113,81 ribu jiwa pada 2020 menjadi 139,74 ribu pada 2021, hingga mencapai puncaknya di angka 151,75 ribu jiwa pada 2022.

Namun, daya tarik Jakarta sebagai destinasi utama urbanisasi tampak mulai memudar. Setelah mencatat 136,20 ribu pendatang pada 2023, angka tersebut anjlok tajam menjadi 84,78 ribu orang pada 2024. Tren penurunan ini diprediksi terus berlanjut; pada 2025, jumlah pendatang diperkirakan hanya berada di kisaran 10 ribu hingga 15 ribu jiwa.

Memasuki periode pasca-Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan angka kedatangan warga baru tetap rendah, yakni di kisaran 10 ribu hingga 12 ribu jiwa. Menanggapi fenomena ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau para pendatang untuk tetap tertib melengkapi seluruh persyaratan administrasi kependudukan secara mandiri. Meski arus migrasi menyusut, Pramono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggelar operasi yustisi atau pendataan paksa, melainkan lebih mengedepankan kesadaran warga dalam melaporkan status domisilinya.

Pada 2026, jumlah pendatang baru ke Jakarta diperkirakan mencapai 10–12 ribu jiwa. Meski demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. - (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta/Design by LM Notebook)
Pada 2026, jumlah pendatang baru ke Jakarta diperkirakan mencapai 10–12 ribu jiwa. Meski demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. - (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta/Design by LM Notebook)

Data Terbaru

kelangkaan-lpg-3-kg-meluas-di-berbagai-daerah-ini-penyebabnya
Ekonomi

Kelangkaan LPG 3 Kg Meluas di Berbagai Daerah, Ini Penyebabnya

Kelangkaan LPG 3 kg terjadi di berbagai daerah. Penimbunan tabung LPG, lonjakan konsumsi, hingga cuaca buruk hambat distribusi.

8 jam yang lalu

wfh-mampu-hemat-bbm-20-tapi-risiko-ekonomi-perlu-diantisipasi
Ekonomi

WFH Mampu Hemat BBM 20%, Tapi Risiko Ekonomi Perlu Diantisipasi

WFH akan menghemat BBM hingga 20%, namun berisiko menurunkan konsumsi rumah tangga. Efisiensi energi berpotensi bergeser jadi beban rumah tangga.

12 jam yang lalu

pembangunan-kopdes-merah-putih-terpusat-di-jawa-timur-masih-tertinggal
Ekonomi

Pembangunan Kopdes Merah Putih Terpusat di Jawa, Timur Masih Tertinggal

Pembangunan KDMP capai ribuan unit hingga April 2026, didominasi Jawa 16,15 ribu unit. Sementara Maluku dan Papua masih 720 unit.

1 hari yang lalu

china-pimpin-produsen-kendaraan-listrik-dunia-buka-peluang-bagi-ri
Otomotif

China Pimpin Produsen Kendaraan Listrik Dunia, Buka Peluang bagi RI

Dominasi China sebagai produsen EV global dengan penjualan 11,3 juta unit pada 2024 membuka peluang bagi RI yang memiliki 23% cadangan nikel dunia.

1 hari yang lalu

survei-poltracking-prabowo-di-puncak-top-of-mind-capres
Politik

Survei Poltracking: Prabowo di Puncak ‘Top of Mind’ Capres

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, sebanyak 32,9% responden memilih Prabowo sebagai calon presiden jika pemilihan dilakukan saat ini, disusul Dedi Mulyadi (13,5%) dan Anies Baswedan (9,2%).

2 hari yang lalu

krisis-energi-mengintai-ini-strategi-ri-percepat-kemandirian-pangan
Ekonomi

Krisis Energi Mengintai, Ini Strategi RI Percepat Kemandirian Pangan

Naiknya harga energi memicu risiko pangan. Indonesia mempercepat swasembada pangan melalui transformasi menyeluruh dari sisi kebijakan hingga tata kelola sektor pertanian.

2 hari yang lalu