WFH Mampu Hemat BBM 20%, Tapi Risiko Ekonomi Perlu Diantisipasi

Kamis, 16 April 2026 | 14:41 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
WFH Mampu Hemat BBM 20%, Tapi Risiko Ekonomi Perlu Diantisipasi
Manfaat dan Risiko Ekonomi Penerapan WFH

Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta dinilai mampu memberikan dampak positif dalam upaya penghematan energi nasional. Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa penerapan WFH dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 20%, yang pada akhirnya berdampak pada pengurangan beban subsidi BBM dari APBN.

Dari sisi efisiensi operasional, Ketua ASPEBINDO menyatakan bahwa penerapan WFH satu hari dalam sepekan justru mampu menekan biaya transportasi, penggunaan listrik kantor, serta biaya operasional lainnya, khususnya di sektor jasa, konsultasi, teknologi, keuangan, dan industri kreatif. Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas karyawan apabila didukung oleh sistem digital yang memadai.

Manfaat dan Risiko Ekonomi Penerapan WFH - (Kementerian Keuangan, INDEF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)
Manfaat dan Risiko Ekonomi Penerapan WFH - (Kementerian Keuangan, INDEF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi Gemini AI)

Namun demikian, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kebijakan WFH juga memiliki risiko terhadap perekonomian. Penurunan mobilitas pekerja berpotensi menekan konsumsi rumah tangga serta pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan perkantoran. Sektor transportasi seperti ojek online, sopir angkot, hingga juru parkir juga terdampak karena bergantung pada aktivitas harian masyarakat.

Di sisi lain, terjadi pergeseran beban biaya ke rumah tangga, seperti peningkatan pengeluaran listrik, paket data, dan konsumsi harian selama bekerja dari rumah. INDEF menilai bahwa penghematan subsidi BBM oleh pemerintah tidak sepenuhnya hilang, melainkan berpindah ke individu. 

Oleh karena itu, kebijakan WFH perlu diterapkan secara selektif dan berbasis sektor maupun wilayah, disertai penutupan kantor secara penuh saat implementasi serta pemberian stimulus bagi UMKM dan perbaikan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang. INDEF juga menekankan bahwa kebijakan WFH satu hari per minggu masih bersifat jangka pendek dalam merespons tekanan fiskal akibat harga minyak, sehingga diperlukan analisis biaya-manfaat yang lebih komprehensif agar implementasinya optimal.

Data Terkait

ketahui-syarat-nelayan-penerima-bbm-khusus-15-ribu-per-liter
Hukum & Keamanan

Ketahui Syarat Nelayan Penerima BBM Khusus 15 Ribu per Liter

Presiden Prabowo menginstruksikan pemberian harga khusus BBM jenis solar sebesar Rp15.000 per liter bagi pelaku usaha perikanan dengan kapal berskala besar.

14 Jul 2026

pemadaman-listrik-tekan-dunia-usaha-umkm-manufaktur-paling-terdampak
Ekonomi

Pemadaman Listrik Tekan Dunia Usaha, UMKM-Manufaktur Paling Terdampak

Pemadaman listrik bergilir menekan aktivitas dunia usaha. Adapun industri manufaktur, data center hingga UMKM paling terdampak.

27 Jun 2026

umkm-dominasi-unit-usaha-asean-produktivitas-ri-masih-tertinggal
Ekonomi

UMKM Dominasi Unit Usaha ASEAN, Produktivitas RI Masih Tertinggal

INDEF mencatat UMKM menyumbang 41,1% PDB Asia Tenggara pada 2021. Namun, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibanding negara kawasan.

24 Jun 2026

long-weekend-dongkrak-mobilitas-tiket-kereta-api-terjual-911-ribu
Ekonomi

Long Weekend Dongkrak Mobilitas, Tiket Kereta Api Terjual 911 Ribu

Libur panjang mendorong mobilitas masyarakat. Penjualan tiket kereta api mencapai 911,18 ribu tiket, menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah dan sektor pariwisata.

2 Jun 2026

pembangunan-kopdes-merah-putih-terpusat-di-jawa-timur-masih-tertinggal
Ekonomi

Pembangunan Kopdes Merah Putih Terpusat di Jawa, Timur Masih Tertinggal

Pembangunan KDMP capai ribuan unit hingga April 2026, didominasi Jawa 16,15 ribu unit. Sementara Maluku dan Papua masih 720 unit.

15 Apr 2026

anggota-kdmp-tembus-213-juta-sdm-pengelola-memadai-jadi-tantangan
Ekonomi

Anggota KDMP Tembus 2,13 Juta, SDM Pengelola Memadai Jadi Tantangan

Jumlah anggota KDMP meningkat signifikan, namun belum diimbangi SDM pengelola yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan kapasitas.

13 Apr 2026