Capaian pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada awal 2026 menunjukkan tren yang cukup masif. Berdasarkan data Simkopdes, pembangunan fisik hingga April 2026 telah melampaui 2 ribu unit. Namun, distribusinya masih belum merata antarwilayah, dengan konsentrasi terbesar berada di Pulau Jawa yang mencapai 16,15 ribu unit.
Di luar Jawa, pembangunan KDMP di Sumatera tercatat sebesar 9,71 ribu unit, sementara di Sulawesi mencapai 3,27 ribu unit. Di sisi lain, wilayah Indonesia timur seperti Maluku dan Papua masih mencatat angka paling rendah, yakni hanya sebesar 720 unit. Ketimpangan ini mencerminkan adanya tantangan dalam pemerataan pembangunan koperasi di berbagai daerah.
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 4 ribu bangunan fisik yang telah selesai, sementara sekitar 35 ribu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Untuk mempercepat realisasi tersebut, diperlukan terobosan terutama dalam penyediaan lahan, khususnya di wilayah kelurahan atau perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Suroto juga menyarankan agar pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pengembang melalui integrasi pembangunan KDMP dalam proyek perumahan baru atau menggunakan skema build operate transfer (BOT). Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat dinilai penting untuk memperjelas tujuan pembangunan KDMP, terutama di daerah yang mengalami kendala lahan, agar implementasinya tidak mengalami stagnasi.