Lembaga survei Poltracking Indonesia kembali merilis potret terbaru peta politik nasional menjelang kontestasi mendatang. Dalam rilis yang disampaikan pada Senin (13/4/2026), hasil simulasi top of mind menunjukkan bahwa Prabowo Subianto masih kokoh di posisi puncak. Secara spontan, sebanyak 32,9% responden memilih Prabowo sebagai calon presiden jika pemilihan dilakukan saat ini. Keunggulan ini dinilai linier dengan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang menyentuh angka di atas 70%.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskan bahwa metode top of mind ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka tanpa memberikan daftar nama kepada responden. "Ini adalah respons spontan masyarakat. Setelah Prabowo, muncul nama Dedi Mulyadi dengan 13,5%, disusul oleh Anies Baswedan sebesar 9,2%," ungkapnya. Selain ketiga besar tersebut, nama-nama lain seperti Gibran Rakabuming Raka (4,2%) dan Ganjar Pranowo (2,6%) juga tetap menghiasi ingatan publik.
Namun, variabel yang paling mencuri perhatian adalah tingginya angka responden yang menjawab "Tidak tahu/Tidak jawab" yakni sebesar 28,8%. Angka ini tergolong masif karena hampir mengimbangi perolehan elektabilitas kandidat terkuat. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa peta politik masih sangat cair dan dinamis. Kelompok pemilih bimbang (undecided voters) tersebut akan menjadi kunci penentu bagi para kandidat untuk memperluas basis dukungan mereka di masa depan.
Survei nasional ini diselenggarakan pada periode 2-8 Maret 2026 melibatkan 1.220 responden di seluruh provinsi Indonesia. Menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka, survei ini memiliki margin of error sekitar +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Data ini memberikan gambaran objektif bahwa meskipun inkumben memiliki modal kuat dalam hal popularitas spontan, ruang kompetisi bagi penantang baru masih terbuka sangat lebar.