Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) kembali menggelar aksi bertajuk #IndonesiaSadar pada Rabu (28/10). Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, massa memusatkan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB untuk menyuarakan lima tuntutan pokok terkait kebijakan pemerintah.
Aksi ini merupakan lanjutan demonstrasi pada 20 Oktober lalu guna mengawal evaluasi jalannya roda pemerintahan. Ada lima isu utama yang disuarakan: penanganan bencana ekologis, kedaulatan APBN, biaya pendidikan dan layanan dasar, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Pada isu bencana ekologis dan lingkungan, massa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut penegakan hukum tegas terhadap korporasi perusak lingkungan serta perbaikan tata kelola lahan yang terintegrasi.
Terkait anggaran negara, demonstran menuntut alokasi APBN diarahkan sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan rakyat. Massa secara tegas menolak pemborosan anggaran demi kepentingan politik yang dinilai berkedok program populis, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial, aliansi menuntut penurunan biaya pendidikan, pemerataan akses layanan dasar, hingga penyediaan lapangan pekerjaan yang layak dan berkualitas.
Mengenai aspek hukum dan penegakan antirasuah, massa menuntut penghentian instrumentalisasi hukum sebagai alat kekuasaan, pemulihan integritas institusi peradilan, serta pemberantasan KKN secara menyeluruh.
Terakhir, pada pilar HAM dan demokrasi, demonstran mendesak pemulihan ruang kebebasan berekspresi, penuntasan kasus pelanggaran HAM, serta penghentian militerisasi di ruang-ruang sipil.